Minggu, 23 Sep 2018
radarsolo
icon featured
Nasional

Jateng Juara 1 Penyelenggara Jaminan Ketenagakerjaan

PARITRANA AWARD

Selasa, 31 Jul 2018 20:38 | editor : Fery Ardy Susanto

Gubernur Ganjar Pranowo menerima Paritrana Award dari Wapres Jusuf Kalla di Jakarta.

Gubernur Ganjar Pranowo menerima Paritrana Award dari Wapres Jusuf Kalla di Jakarta.

JAKARTA - Komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam mendukung penyelenggaraan jaminan sosial ketenagakerjaan sesuai amanah undang-undang, berbuah manis. Hal itu diwujudkan dengan penyerahan piala Juara I Paritrana Award Tahun 2017 kategori pemerintah provinsi oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla kepada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di Kantor Sekretariat Wakil Presiden, Selasa (31/7).

Selain piala Paritrana Award, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga berhak memperoleh satu unit mobil Kijang Innova atas prestasi tersebut. Penyerahan penghargaan disaksikan oleh Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri dan Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto.

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto menjelaskan, Piala Paritrana merupakan wujud apresiasi atas dukungan pemerintah daerah dan pengusaha serta pelaku UMKM terhadap penyelenggaraan program jaminan sosial ketenagakerjaan. Istilah Paritrana sendiri berasal dari bahasa Sansekerta yang berarti perlindungan. Paritrana Award dibuat oleh seniman ternama Indonesia, I Nyoman Nuarta

“Untuk mendorong percepatan dan cakupan kepesertaan sekaligus apresiasi terhadap pemerintah daerah dan para pengusaha dalam upaya memaksimalkan penyelenggaraan perlindungan tenaga kerja melalui jaminan sosial ketenagakerjaan, BPJS Ketenagakerjaan memberikan penghargaan jaminan sosial ketenagakerjaan,” jelasnya.

Agus Susanto menambahkan, Paritrana Award baru pertama kali diberikan untuk lima kategori pemenang, yaitu Pemerintah Provinsi Terbaik, Pemerintah Kabupaten/Kota Terbaik, Perusahaan Besar Terbaik, Perusahaan Menengah Terbaik dan Usaha Kecil Mikro (UKM) Terbaik. Untuk penyelengaraan Paritrana Award, kepanitiaan lintas yang kementerian dibentuk terdiri atas Kemenko PMK, Kementerian Tenaga Kerja, Kementerian Dalam Negeri, dan BPJS Ketenagakerjaan. Selain itu, ditunjuk tim penilaian independen sebagai juri yang meliputi ahli jaminan sosial, kebijakan publik, akademisi, perwakilan pengusaha, dan perwakilan pekerja.

“Aspek penilaian meliputi coverage kepesertaan, aspek regulasi, inisiatif dan diseminasi informasi. Penilaian ini dilakukan selama enam bulan. Piala Paritrana ini yang pertama kali kita berikan. Insyaallah Piala Paritrana akan kita berikan setiap tahun sekali,” tambahnya.

Wakil Presiden Jusuf Kalla menyampaikan apresiasi kepada pemda maupun pengusaha yang memperoleh piala Paritrana Award. Pihaknya menegaskan, pengusaha harus memandang tenaga kerja sebagai mitra.

“Tenaga kerja harus dilihat sebagai mitra karena pola bernegara kita didasarkan pada Pancasila yang tidak membedakan antara yang rendah dan tinggi,” tegasnya.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang menerima piala Paritrana Award mengapresiasi sinergi BPJS Ketenagakerjaan dengan tripartit. Piala Paritrana Award merupakan wujud keseriusan Pemprov Jateng untuk melindungi tenaga kerja.

“Ini bagian dari keseriusan Jawa Tengah untuk memberikan perlindungan kepada tenaga kerja. Saya berterima kasih kepada teman-teman pengampu ketenagakerjaan. Baik dari BPJS, perusahaan, karyawan, maupun dinasnya yang selalu bekerja sama, berembuk bareng. Tripartitnya juga bagus. Saling mendorong ini yang akhirnya membuahkan suatu prestasi kita bisa mendapatkan penghargaan Paritrana,” ujarnya.

Orang nomor satu di Jawa Tengah itu berharap, penghargaan tersebut dapat menginspirasi daerah lain bahwa tenaga kerja di sektor UMKM maupun usaha besar dapat dilindungi oleh BPJS Ketenagakerjaan. Dia juga sependapat dengan wapres bahwa tenaga kerja harus dipandang sebagai mitra. Sebab, mereka juga mendongkrak kemajuan perusahaan.

“Mudah-mudahan ini bisa  menginspirasi bahwa usaha kecil, menengah, besar bisa dicover BPJS Tenaga Kerja sehingga masa depan tenaga kerja lebih baik. Kita mesti menghormati mereka karena dari peluh merekalah sebenarnya rezeki kita dapatkan,” harapnya.

Ganjar mendorong agar coverage kepesertaan sektor informal dan nonformal dapat ditingkatkan. “Coveragenya baru 27,9 juta seluruh Indonesia. Artinya, masih harus digerakkan terus-menerus. Khususnya yang sektor informal dan nonformal,” ungkapnya.

 Selain Pemprov Jateng, Pemkot Surakarta meraih Juara I Paritrana Award Tahun 2017 kategori pemkab/pemkot terbaik.

(rs/bay/fer/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia