Jumat, 21 Sep 2018
radarsolo
icon featured
Features

Solo Belajar, Ajak Anak Tak Mampu Dapatkan Pendidikan Memadai

Sabtu, 04 Aug 2018 14:24 | editor : Perdana

INSPIRASI: Kiki Marsheilla memberi bimbingan belajar kepada siswa tidak mampu.

INSPIRASI: Kiki Marsheilla memberi bimbingan belajar kepada siswa tidak mampu.

Bagi Kiki Marsheilla memiliki keluarga yang berkecukupan tentu tidak membuatnya terus berpuas diri. Dirinya merasa kasihan ketika melihat banyak anak di lingkungannya yang tidak mendapatkan pendidikan memadai.  Dari situlah dirinya mulai terketuk pintu hatinya untuk membantu mereka. Apa yang dia lakukan?

NOVITA RAHMAWATI, Solo

TIDAK semua anak di Kota Solo ini beruntung mendapatkan pendidikan yang memadai dari orang tuanya. Bahkan dengan sulitnya proses pendidikan saat ini biaya bimbingan belajar pun juga mahal. Dari sinilah Kiki Marsheilla mulai berinisiatif membuat pembelajaran bagi anak-anak di lingkungannya.

Perempuan yang lahir pada 6 April 1993 ini mulai mengupayakan untuk membantu anak-anak kurang beruntung ini. Apalagi setiap dirinya pulang kuliah, dia sering melihat banyaknya anak hanya bermain-main. Akhirnya dirinya terpikir untuk membantu. Apalagi biaya untuk mengikuti bimbel cukup mahal.

“Apalagi saya sudah sering mengikuti kegiatan sosial masyarakat. Tentunya semakin besar keinginan untuk membantu anak-anak ini,” terangnya.

Akhirnya pada 2013 dirinya membulatkan tekad untuk mendirikan bimbingan belajar gratis bagi anak-anak ini. Di sela kesibukannya, perempuan yang akrab disapa Kiki ini mulai menyempatkan waktu untuk memberikan bimbingan belajar kepada anak-anak dari keluarga kurang mampu di kampungnya. Untuk materi yang diajarkan awalnya masih sebatas bahasa Inggris, bahasa Indonesia dan matematika.

Setelah beberapa bulan berjalan, perempuan yang akrab disapa Kiki ini mulai serius untuk mengembangkan program Solo Belajar yang dirintisnya. Mulai merekrut para relawan pengajar yang berasal dari para mahasiswa, hingga survei ke berbagai kelurahan untuk bisa mendirikan kelompok belajar baru bagi mereka yang membutuhkan.

“Alhamdulillah saat ini sudah ada sembilan lokasi. Di antaranya di Kelurahan Sumber, Mojosongo, Manahan, Kepatihan, Punggawan dan lainnya,” terang alumnus FKIP Unisri itu sambil menunjukkan data.

Karena konsep dari program Solo Belajar yang dikembangan itu menyasar anak-anak dari keluarga kurang mampu. Kiki tidak pernah meminta bayaran dari para orang tua anak didiknya. Semuanya diberikan secara gratis, dan siapa saja bisa bergabung selama berusia sekolah dasar.

“Untuk operasionalnya kadang ada donator. Baik dari CSR perusahaan maupun orang dermawan yang peduli dengan pendidikan. Tapi kadang juga tidak ada sama sekali. Seperti saat ini, sudah setahun tidak ada anggaran operasional,” jelasnya.

Meski demikian, upayanya untuk membantu pendidikan bagi anak-anak kurang mampu itu terus dilakukan. Bahkan hingga saat ini jumlah siswa didiknya di sembilan lokasi tersebut sudah mencapai sekitar 60-an anak. Mulai dari kelas satu hingga enam sekolah dasar.

Dalam memberikan pendidikan itu, Kiki mengaku menggunakan metode pendidikan scientific approach dan pendekatan personal.  Setiap anak yang ingin gabung dalam bimbingan Solo Belajar itu dilakukan interview dan wajib menunjukkan rapor mereka terlebih dahulu sebelum mengikuti pelajaran. Tujuannya untuk mengetahui kesulitan materi apa saja yang dihadapi di  sekolah. Setelah mengetahui data dari masing-masing anak itu, para relawan yang diterjunkan diberi tugas mendampingi si anak sesuai dengan porsinya masing-masing.

“Jadi tidak kita seragamkan. Karena setiap anak memiliki psikis dan kelemahan masing-masing. Jadi setelah mengetahui masalah yang dihadapi si anak tersebut, para relawan akan melakukan pendampingan belajar sesuai yang dibutuhkan,” terangnya.

Saat ini dirinya terus berharap kegiatan ini bisa berjalan terus. Dengan begitu semakin banyak anak tidak mampu yang terbantu. “Yang bisa kami lakukan hanya membantu seperti ini saja. Namun kami berharap semakin banyak anak yang terbantu,” tandasnya. (*/bun)

(rs/vit/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia