Minggu, 23 Sep 2018
radarsolo
icon featured
Ekonomi & Bisnis

bank bjb Bukukan Laba Bersih Rp 903 Miliar

Senin, 06 Aug 2018 07:00 | editor : Fery Ardy Susanto

Direktur Utama bank bjb, Ahmad Irfan bersama jajaran direksi dan komisaris saat Analyst Meeting 2Q2018 di Glass House Hotel Ritz  Carlton Pacific Place, Jakarta,  Rabu (1/8).

Direktur Utama bank bjb, Ahmad Irfan bersama jajaran direksi dan komisaris saat Analyst Meeting 2Q2018 di Glass House Hotel Ritz  Carlton Pacific Place, Jakarta,  Rabu (1/8). (ISTIMEWA)

JAKARTA - Kinerja bank bjb pada Triwulan II tahun 2018 mencatatkan pertumbuhan yang baik. Direktur Utama bank bjb, Ahmad Irfan mengatakan, pihaknya mampu membukukan laba bersih sebesar Rp 903 miliar atau tumbuh 9,2 persen year on year (YoY).

”bank bjb berhasil mencatatkan kinerja positif pada Triwulan II ini,” ujarnya saat Analyst Meeting  2Q2018 di Glass House, Hotel Ritz Charlton Pacific Place, Rabu (1/8).

Dalam kesempatan ini hadir seluruh jajaran Direksi, Dewan Komisaris bank bjb, serta tamu undangan yang merupakan analis-analis pasar modal maupun pihak berkepentingan lainnya. Irfan menjelaskan, total aset bank bjb tercatat sebesar Rp 11,34 triliun atau tumbuh 4,5 persen YoY. Bahkan, bank bjb juga berhasil menyalurkan kredit dengan total sebesar Rp 72,3 triliun.

”Berbagai indikator penting dalam rasio keuangan cukup terjaga dengan baik. Di mana selain profitabilitas bank yang positif, bank bjb juga secara konsisten berhasil menjaga tingkat efisiensi serta kualitas aset,” terang Irfan.

Pada laporan laba rugi, Net Interest Income tumbuh 3,7 persen YoY, Fee Based Income tumbuh 20,3 persen YoY, dan Biaya CKPN berhasil diturunkan 48,9 persen YoY. Di sisi pendanaan, dengan komitmen bank bjb untuk terus meningkatkan pelayanan demi memahami masyarakat Indonesia dan didukung dengan pengembangan teknologi yang baik untuk mempermudah layanan transaksi nasabah dengan cepat, berhasil menghimpun Dana Pihak Ketiga (DPK) dengan total sebesar Rp 88,8 triliun.

”Pada triwulan II ini bank bjb berhasil membukukan laba bersih yang sangat baik dengan mencapai Rp 903 milyar atau tumbuh 9,2 pesen YoY. Berada di atas rata-rata industri perbankan per Mei 2018 sebesar 7,7 persen YoY. Untuk triwulan II ini kami juga berhasil menjaga NPL pada level 1,6 persen lebih baik dibandingkan industri perbankan per Mei 2018 sebesar 2,79 persen,” ungkapnya.

Adapun pertumbuhan kredit dan DPK, pihaknya menyesuaikan dengan situasi ekonomi nasional. Sehingga yang menjadi concern adalah, bagaimana agar pertumbuhan kredit dan DPK ini dapat berjalan seimbang. Sehingga lebih efisien dalam mengelola asset dan liabilities. ”Target kami adalah bisnis yang berkualitas. Diharapkan, bank bjb tetap eksis di masa yang akan datang dan masuk jajaran 10 besar bank nasional berkinerja baik,” harap Irfan.

Untuk kinerja bank bjb selanjutnya, diharapkan adanya peningkatan positif yang terus-menerus dengan segala upaya yang dilakukan. Agar bank bjb selalu diterima oleh masyarakat Indonesia. Tidak hanya di Provinsi Jawa Barat dan Banten saja, melainkan di provinsi lainnya. ”Banyaknya pengembangan dalam beberapa sektor untuk meningkatkan kualitas bank bjb, saya yakin bank bjb dapat bersaing dengan bank-bank nasional lainnya,” tandas Irfan. (*/fer)

(rs/fer/fer/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia