Selasa, 13 Nov 2018
radarsolo
icon featured
Jateng
Hari Jadi Provinsi Jateng ke-68

Ganjar Pranowo : Mari Bersama Membangun Jawa Tengah

Rabu, 15 Aug 2018 10:01 | editor : Fery Ardy Susanto

Gubernur Ganjar Pranowo saat menerima penghargaan dari Presiden Jokowi.

Gubernur Ganjar Pranowo saat menerima penghargaan dari Presiden Jokowi.

SEMARANG – Provinsi Jawa Tengah hari ini (15/8) memasuki usia 68 tahun. Di usianya yang semakin matang, berbagai upaya pembangunan terus dilakukan. Khususnya, selama lima tahun kepemimpinan Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo SH MIP dan wakilnya H Heru Sudjatmoko MSi.

Gubernur Ganjar Pranowo mengakui berbagai tantangan, hambatan, maupun kendala selalu saja ada. Tapi semua itu dihadapi tanpa lelah dengan bersama-sama mencari solusinya. Keterlibatan pemerintah, jajaran TNI/ Polri, dunia usaha/ swasta, akademisi, maupun masyarakat menjadi kunci mewujudkan masyarakat Jawa Tengah sejahtera dan berdikari.

“Saya menyampaikan rasa bangga dan apresiasi kepada seluruh warga Jawa Tengah dan para pelaku pembangunan, baik yang tergabung dalam dunia usaha, akademisi, ASN, TNI/Polri. Langkah strategis dari Jawa Tengah telah memperoleh apresiasi dari pemerintah pusat, bahkan ada yang diadopsi karena memberikan manfaat bagi masyarakat. Tapi kerja kita belum selesai. Kita masih harus terus bekerja bersama mbangun Jawa Tengah,” ujarnya.

Ganjar memaparkan perkembangan Jawa Tengah secara makro. Di bidang reformasi birokrasi, sejak awal memimpin, dia berupaya membuka komunikasi dengan masyarakat, melalui pendayagunaan teknologi informasi, baik media sosial, Lapor Gub, dan SMS. Sehingga, masyarakat bisa menyampaikan aspirasi maupun keluhannya, dan pemerintah dapat merespons cepat.  

Reformasi birokrasi juga dilakukan di jajaran pemerintah provinsi dengan memberlakukan lelang terbuka untuk jabatan Sekda, dan sejumlah eselon II. Selain itu juga membuka talent pool bagi PNS yang memenuhi syarat untuk menduduki jabatan struktural. Pada 2018 ini, Jawa Tengah ditetapkan sebagai provinsi terbaik dalam penyelenggaraan reformasi birokrasi dengan predikat BB.

Pembenahan birokrasi juga diikuti perbaikan akuntabilitas publik dengan motto Mboten Korupsi Mboten Ngapusi. Komitmen tersebut memperoleh penghargaan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam hal pengendalian pelaporan Gratifikasi serta tertib pelaporan harta kekayaan dari pejabat negara, melalui penyampaian Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) maupun pelaporan dari seluruh pejabat struktural Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui penyampaian LHK ASN.

Kemajuan di bidang ekonomi juga bisa dirasakan masyarakat. Pertumbuhan ekonomi Jateng pada triwulan II 2018 sebesar 5,54 persen, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional triwulan II yang terdata 5,07 persen. Laju inflasi juga menurun dari 7,99 persen pada 2013 menjadi 3,71 persen pada 2017. Pada Juli lalu, Jateng juga mendapat penghargaan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) terbaik nasional se-Jawa-Bali. Penghargaan itu kali ketiga berturut-turut yang diperoleh provinsi ini.

Keluhan akses permodalan yang sering disampaikan para pedagang kecil dan UMKM diatasi dengan terobosan pemberian kredit dengan bunga rendah, yakni tujuh persen per tahun tanpa agunan dan biaya administrasi. Peluncuran kredit tersebut mendapat apresiasi dari Presiden Republik Indonesia  karena tercatat sebagai layanan kredit terendah di Indonesia, dan sekarang telah banyak direplikasi oleh pemerintah daerah lainnya di Indonesia.

Tak hanya bagi pedagang kecil dan UMKM, kesejahteraan petani pun menjadi perhatian untuk mewujudkan kedaulatan pangan di provinsi ini. Kartu Tani dikembangkan untuk membantu petani yang mengalami kesulitan dalam mengakses ketersediaan kebutuhan pupuk. Bahkan, melalui kartu tani, pendataan terhadap petani dioptimalkan.

“Langkah tersebut juga telah mendapat apresiasi dari Presiden Joko Widodo dengan menjadikan Kartu Tani sebagai Program Nasional. Nilai tukar petani (NTP) juga meningkat dari 101,66 pada 2013 menjadi 103,48 pada 2017, lebih tinggi dari NTP nasional sebesar 103,06,” beber Ganjar.

Di bidang sosial atau kesejahteraan masyarakat, salah satu yang menonjol adalah pemberian Kartu Jawa Tengah Sejahtera (KJS) bagi keluarga miskin nonproduktif yang belum tersentuh sama sekali program kesejahteraan sosial dari pemerintah. Pemerintah provinsi juga terus berupaya memperbaiki rumah tidak layak huni (RTLH), pemberian bantuan sarana prasarana pendidikan, dan sebagainya.

Dalam penanggulangan masalah sosial dan kesejahteraan, peran masyarakat, khususnya pengusaha, terus didorong, dengan diterbitkannya Perda Jawa Tengah Nomor 2 Tahun 2017, tentang Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan.

“Zakat dari seluruh PNS Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang dikumpulkan dan disalurkan melalui Baznas, juga ikut membantu penanganan permasalahan sosial di provinsi ini,” katanya.

Di sektor kesehatan, Jawa Tengah berhasil menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) hingga pada 2017 tercatat sebesar 109,65 per 100.000 kelahiran hidup. Hal itu tak lepas dari peran seluruh pihak, termasuk kader PKK dalam melaksanakan program Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng (5NG).

Untuk mengurangi masalah pengangguran dan memperluas peluang kerja, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus mengembangkan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Bahkan provinsi ini memiliki SMK Negeri Jawa Tengah dengan kampus di Semarang, Pati, Purbalingga, yang memberikan pendidikan gratis bagi siswa berprestasi dari keluarga tidak mampu.

Pembenahan infrastruktur tak diragukan lagi. Bahkan, usai dilantik, Ganjar berkomitmen untuk pembenahan infrastruktur, khususnya jalan dan jembatan pada tiga tahun pertama. Hingga akhir 2017, panjang jalan provinsi yang sudah dalam kondisi baik sebanyak 2.138.055 kilometer (88,91 persen), jembatan 20.002,39 meter (83,60 persen), jaringan irigasi 69.492 hektare (80,31 persen).

“Selain itu masih banyak lagi inovasi yang dilakukan, yang tujuannya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Salah satunya, memfasilitasi angkutan massal murah dengan Bus Rapit Transit (BRT) Trans Jateng, yakni BRT Semarang-Bawen dan Purwokerto-Purbalingga,” tandasnya. 

(rs/bay/fer/JPR)

 TOP

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia