Kamis, 15 Nov 2018
radarsolo
icon featured
Jateng

Infrastruktur Mulus, Roda Ekonomi di Jateng Semakin Bergeliat

Rabu, 15 Aug 2018 13:47 | editor : Fery Ardy Susanto

Ruas Jalan Klaten-Jatinom.

Ruas Jalan Klaten-Jatinom. (Dok. RADAR SOLO)

RADAR SOLO - Pemprov Jateng terus berupaya memperbaiki jalan rusak yang dikelola provinsi di eks Karesidenan Surakarta. Pembangunan berkelanjutan tersebut kini mulai dirasakan masyarakat karena berdampak positif dalam mempermudah akses perekonomian.

Salah satu ruas jalan provinsi ini adalah penghubung Klaten-Jatinom, khususnya Jalan Klaten-Ngupit, Kecamatan Ngawen. Jalan provinsi sepanjang 4 kilometer itu melintasi Kantor Desa Ngawen dan Kecamatan Ngawen yang selama ini menjadi pusat kota kecamatan.

“Jalan yang dibangun dua tahun lalu ini kualitasnya memang cukup bagus dan begitu mulus. Sejak dibangunnya jalan ini menjadikan kota Kecamatan Ngawen semakin hidup. Banyak pengendara yang saat ini memilih melintasi jalan alternatif ini karena begitu nyaman untuk dilalui,” jelas Penjabat (Pj) Kepala Desa Ngawen, Shofik Ujiyanto, saaat ditemui Jawa Pos Radar Solo di ruang kerjanya, Selasa (14/8).

Ruas jalan Wonogiri-Ngadirojo

Ruas jalan Wonogiri-Ngadirojo (Dok. RADAR SOLO)

Lebih lanjut, Shofik mengatakan pembangunan salah satu ruas di Jalan Klaten-Jatinom itu tidak bisa dilepaskan dari peran Gubernur Jawa Tengah saat ini Ganjar Pranowo. Pasalnya, sebelum dibangun pihaknya mengetahui jika Jalan Klaten-Ngupit mengalami kerusakan cukup parah. Mulai dari berlubang sampai bergelombang sehingga menyebabkan jatuh korban gara-gara jalan yang rusak.

“Sebelum pembangunan, Pak Ganjar yang kebetulan melintasi Jalan Klaten-Jatinom ini langsung turun meninjau kondisi jalan. Setahu saya dia turun dari mobilnya serta mengecek jalan hingga sempat melakukan dialog dengan masyarakat sekitar. Hingga akhirnya dibangunlah jalan alternatif ini,” jelasnya.

Ruas Jalan Klaten-Jatinom selama ini memang menjadi jalur alternatif untuk tujuan ke sejumlah kabupaten/kota di sekitar Klaten. Mulai dari tujuan ke Kabupaten Boyolali dan Semarang serta dari arah sebaliknya menuju Jogja. Jadi tidak mengherankan intensitas lalu lintas di jalur tersebut cukup padat.

“Soal kesigapan dari petugas Dinas PU Bina Marga dan Cipta Karya Jawa Tengah juga bagus. Mungkin hanya butuh seminggu saja ketika ada jalan yang berlubang atau bergelombang langsung diperbaiki,” tambah Shofik.

Ia mengatakan banyak bus pariwisata tujuan Jogja maupun sebaliknya ke arah Boyolali dan Semarang yang melintasi ruas Jalan Klaten-Ngupit. Seringkali berhenti sejenak untuk istirahat di warung di sekitar Kota Kecamatan Ngawen. Hal ini menjadikan manfaat pembangunan jalan untuk roda perekonomian setempat.

Sementara itu, Camat Ngawen, Anang Widjatmoko mengatakan pembangunan Jalan Klaten-Jatinom yang melintasi wilayah Kecamatan Ngawen memiliki dampak positif bagi warganya.

“Manfaatkan yang kita dapatkan cukup banyak. Mulai dari akses jalan menjadi lancar sehingga meningkatkan di sektor perekonomian. Saat ini banyak toko dan warung yang bermunculan semenjak jalan itu dibangun,” jelas Anang.

Dirinya berharap pembangunan infrastruktur yang dilakukan Pemprov Jawa Tengah di Kecamatan Ngawen terus dikembangkan. Terutama pembangunan trotoar yang berada di Jalan Klaten-Ngupit untuk semakin mempertegaskan Kota Kecamatan Ngawen. Ditambah pula Penerangan Jalan Umum (PJU) hingga membuat terang saat di malam hari.

Apresiasi juga diungkapkan Ketua Paguyuban Sopir Angkuta Wonogiri Prapto. Warga Krisak Kulon, Kecamatan Selogiri ini mengatakan, kondisi jalan-jalan sudah cukup bagus.  Mulai dari jalan perkotaan sampai pedesaan. “Jalan yang halus secara otomatis bisa menghemat pengeluaran, khususnya kalau bagi angkutan adalah ban, tidak sering bocor kena lubang atau paku,” ujarnya. 

Hal senada diungkapkan Ketua Paguyuban All Bikers Wonogiri Bersatu Didit Kariyadi. Menurut dia, pembangunan infrastruktur khususnya jalan sudah bagus karena ada pembenahan dan perbaikan walau belum sepenuhnya diperbaiki. Jalan di Wonogiri timur sebagian dan jalur selatan sudah diperbaiki. “Mudah-mudahan yang belum segera diperbaiki,” ujarnya.

Kepala Desa Dalangan, Tawangsari, Sukoharjo, Bagyo Slameto juga mengungkapkan kondisi jalan provinsi Sukoharjo-Weru-Watu Kelir kondisinya sudah bagus. Efek pembangunan jalan tersebut harga tanah naik dan ekonomi masyarakat meningkat.

“Jalan semakin halus mempercepat jarak tempuh masyarakat. Dulu belum ada bus yang bisa lewat jalan ini, tapi setelah diperbaiki banyak bus jurusan Gunung Kidul, Jogjakarta lewat sini,” katanya.

Camat Grogol Sukoharjo, Bagas Widaryatno juga mengakui perkembangan pembangunan jalan provinsi di Kecamatan Grogol sangat pesat. Saat ini harga tanah naik dan pembangunan juga terus berkembang. Perekonomian warga juga meningkat. Jarak tempuh semakin cepat. ”Dampaknya dirasakan masyarakat sekitar,” kata dia. 

(rs/bay/fer/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia