Kamis, 15 Nov 2018
radarsolo
icon featured
Solo

Atasi Macet, Lalin Empat Ruas Jalan Dialihkan

Senin, 20 Aug 2018 11:46 | editor : Perdana

Atasi Macet, Lalin Empat Ruas Jalan Dialihkan

SOLO – Persiapan terus dimatangkan jelang proyek pembangunan overpass Purwosari. Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Surakarta mulai menyiapkan manajemen rekayasa lalu lintas (lalin). Langkah lebih awal ini dilakukan agar tidak terjadi kemacetan parah saat pembangunan infrastruktur ini berlangsung, karena lokasi proyek merupakan jalur utama di Kota Solo.

Kasatlantas Polresta Surakarta Kompol Imam Safii mengatakan, dalam menyusun rekayasa lalin untuk persiapan pembangunan overpass Purwosari pihaknya menggandeng Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surakarta.

“Kami terus melakukan kajian yang tepat. Kami juga akan berkoodinasi dengan Satwil Sukoharjo, mengingat kemungkinan kemacetan akan berdampak hingga wilayah hukum tetangga,” jelas Kasatlantas mewakili Kapolresta Surakarta Kombes Pol Ribut Hari Wibowo.

Imam mengurai ada sejumlah titik yang  bakal terdampak pembangunan overpass Purwosari, yakni Jalan Ahmad Yani, Jalan Slamet Riyadi, Jalan Hasanudin, Jalan Agus Salim, Jalan Transito, Jalan dr. Radjiman, Jalan Samanhudi, dan Jalan Perintis Kemerdekaan. Sementara ini manajemen rekayasa lalin baru dibahas di empat ruas jalan, yakni Jalan Agus Salim, Jalan Slamet Riyadi, Jalan Perintis Kemerdekaan, dan Jalan Ahmad Yani.

Dijelaskan oleh Imam,  nantinya Jalan Agus Salim akan ditutup sementara. Kendaraan yang melintas akan dialihkan ke Jalan Perintis Kemerdekaan. Kemudian kendaraan yang melintas di Jalan Slamet Riyadi dari arah barat akan dibelokkan ke Jalan Ahmad Yani. Sedangkan dari arah timur akan dibelokkan ke arah Jalan Hasanudin dan Perintis Kemerdekaan.

“Kami menerima informasi overpass Purwosari akan dimulai pada September atau Oktober. Di sisa waktu yang ada ini akan dimanfaatkan untuk mematangkan konsep manajemen rekayasa lalin,” kata dia.

Imam menuturkan, saat ini kondisi di dalam Kota Solo saat ini dikepung banyak pekerjaan proyek fisik. Pekerjaan tersebut di antaranya overpass Manahan, perbaikan Jalan Kyai Mojo, Jalan Mongonsidi, Jalan S. Parman, Jalan Ki Mangun Sarkoro, dan perbaikan Jembatan Gilingan atau Jembatan Tirtonadi. 

“Kami dalam membuat rekayasa lalin juga harus mempertimbangkan aspek banyaknya pembangunan infrastruktur itu. Jangan sampai manajamen rekayasa lalin overpass Purwosari menjadikan lalin bertambah macet,” kata dia.

Imam mencontohkan pertigaan Pasar Nongko pada jam tertentu terjadi kemacetan parah akibat overpass Manahan. Belum lagi di depan Terminal Tirtonadi akibat proyek Jembatan Gilingan.  “Untuk itu, saya meminta kepada pelaksana proyek harus ikut bertanggungjawaban dalam mensosialisasikan rakayasa lalin. Jangan sampai terjadi kemacetan yang disalahkan satlantas atau dishub saja,” kata dia. (atn/bun)

(rs/atn/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia