Minggu, 23 Sep 2018
radarsolo
icon featured
Solo

BI Keluarkan Kartu Yang Dapat Difungsikan Di Seluruh Perbankan

Senin, 20 Aug 2018 12:30 | editor : Perdana

PRAKTIS: Anggota paskibra memamerkan kartu GPN yang bisa digunakan transaksi semua bank. 

PRAKTIS: Anggota paskibra memamerkan kartu GPN yang bisa digunakan transaksi semua bank.  (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

SOLO - Pembayaran non tunai kini lebih efektif dan efisien. Bank Indonesia (BI) mengeluarkan satu kartu yang dapat difungsikan di seluruh perbankan. Kartu yang diberi nama Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) tersebut disosialisasikan di car free day Jalan Slamet Riyadi, Minggu (19/8). 

Alasan utama BI diluncurkan kartu berlogo GPN tersebut karena selama ini terjadi interkoneksi dan interprobabilitas dalam transaksi non tunai. Sehingga alat pembayaran yang ada tidak terhubung satu dengan yang lainnya.

“Misalnya saat kita melakukan transaksi belanja, ketika akan membayar dengan kartu debit harus menggunakan mesin EDC (electronik data capture) tertentu. Sehingga perlu banyak EDC yang menyebabkan perbankan harus menyediakan dana operasional lebih besar,” katanya.

Saat ini BI tengah melakukan sosialisasi kepada seluruh perbankan dan masyarakat secara luas. Setelah itu pengguna jasa perbankan dipersilakan mengganti kartu dengan kartu baru berlogo GPN. Untuk masa penggantian kartu dilaksanakan secara masif oleh BI sepekan ini. BI memberikan 3.000 kartu debit yang akan disalurkan pada semua bank.

“Namun kartu debit ini nantinya tidak bisa digunakan di luar negeri. Karena belum ada kerja sama dengan lembaga keuangan luar negeri yang membuat kartu ini bisa digunakan di luar Indonesia. Sehingga jika nasabah bertransaksi di luar negeri masih harus menggunakan kartu yang berlambang visa dan master,” terang Bandoe.

Sementara itu Kepala Tim Sistem Pembayaran Pengelolaan Uang Rupiah dan Layanan Administrasi (SPPURLA)  BI Surakarta Bakti Artanta mengatakan, keuntungan menggunakan program GPN ini adalah tidak adanya biaya tambahan yang dibebankan kepada nasabah. Selama ini dalam setiap transaksi, nasabah terkena biaya 1,6 - 2,2 persen.

“Seharusnya biaya ini tidak boleh dikenakan ke nasabah. Sebab biaya akan dibebankan ke merchant dengan istilah MDR (merchant discount rate) sebesar 1 persen. Dengan adanya GPN, pengawasan dan penertibannya akan lebih mudah,” katanya.

Bakti menambahkan, pengelolaan EDC berbasis debit akan dilakukan melalui sistem yang ada di dalam negeri dan berstandar internasional. Mengingat selama ini untuk pengelolaan EDC masih menggunakan visa dan master yang dikelola  Amerika Serikat. (irw/bun)

(rs/irw/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia