Rabu, 13 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Gara-Gara Burung, Kepala Dibacok Celurit

20 Agustus 2018, 17: 06: 35 WIB | editor : Perdana

Ilustrasi

Ilustrasi

Share this      

SOLO – Masalah sepele malah berujung petaka. Kondisi ini dialami Sri Handoko alias Gendon, 24, kemarin malam (18/8). Hanya gara-gara masalah pembagian hasil penjualan burung, warga RT 03 RW 02 Kelurahan Sewu, Kecamatan Jebres, Solo ini dibacok menggunakan celurit di bagian kepala.

Informasi yang dihimpun dari lokasi kejadian, korban dibacok oleh D alias S, 25, yang merupakan temannya sendiri.  Pembacokan ini bermula dari pembahasan soal burung lovebird yang tangkap mereka.

“Kalau dari cerita yang saya dengar, awalnya Gendon dan D menangkap burung Lovebird. Kemudian oleh Gendon dijual. Kalau tidak salah laku Rp 1,8 juta. Nah setelah itu mereka kumpul di salah satu rumah rekannya di daerah RW 2 sambil minum miras,” jelas salah satu warga setempat.

Tidak lama saat berkumpul tersebut, terjadi adu mulut antara D dengan Gendon. Puncaknya D keluar dari rumah tersebut. Sekitar 10 menit D kembali lagi ke lokasi tersebut sambil membawa sebilah cerurit di tangannya. D lalu mengibaskan celurit ke arah kepala Gendon.

“Setelah itu D langsung kabur entah ke mana. Orang-orang yang awalnya berkumpul di situ juga ikut lari kocar-kacir. Kemudian warga yang mendengar keributan langsung masuk rumah tersebut. Dan melihat dia (Gendon) sudah bersimbah darah dengan cerurit menancap di kepalanya,” katanya.

Warga lalu segera membawa Gendon ke Rumah Sakit Islam (RSI) Kustati untuk mendapat penanganan medis. “Kalau perkembangannya di rumah sakit sekarang saya belum tahu bagaimana. Yang jelas saat dibawa lukanya cukup parah. Tapi masih hidup,” ujarnya.

Personel Linmas Kelurahan Sewu Menik menuturkan, beberapa polisi tampak sudah mendatangi rumah korban pembacokan. Polisi juga mendatangi rumah terduga pelaku pembacokan. Namun sayang, D ternyata tidak berada di rumah saat polisi datang.

Berdasarkan informasi yang berkembang, lanjut Menik, hingga Minggu pagi D belum tertangkap. Pemuda yang diduga pelaku pembacokan itu kabur entah ke mana untuk menghindari kejaran polisi. Selain masalah burung, santer dibicarakan warga bahwa antara korban dan terduga pelaku  terpengaruh miras saat kejadian.

“Kami sebenarnya sudah sering membina anak-anak untuk menghindari konsumsi alkohol agar tidak menjurus ke kejahatan. Tapi nyatanya masih ada yang ngeyel. Kejadian ini memang saat mereka sedang mengonsumsi alkohol,” jelas Menik. 

Sementara itu saat dihubungi, Wakapolresta Surakarta AKBP Andy Rifai membenarkan adanya kejadian pembacokan tersebut. Saat ini polisi masih fokus dalam melakukan penyelidikan dan pendalaman kasus ini termasuk memburu pelaku kekerasan tersebut. 

“Pelaku masih DPO. Kami meminta kepada pelaku untuk segera menyerahkan diri untuk mempertanggungjawabkan secara hukum,” tegas Wakapolresta (atn/bun)

(rs/atn/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia