Selasa, 13 Nov 2018
radarsolo
icon featured
Solo

Sekda: Jangan Berebut Daging Kurban

Selasa, 21 Aug 2018 13:35 | editor : Perdana

GEMUK: Petugas mengecek kesehatan dan kelayakan sapi yang dijual sebagai hewan kurban kemarin (20/8).

GEMUK: Petugas mengecek kesehatan dan kelayakan sapi yang dijual sebagai hewan kurban kemarin (20/8). (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

SOLO – Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Surakarta Untara meminta masyarakat untuk menyadari minimnya jumlah daging yang dibagikan. Karena itu, antrean pengambilan daging hewan kurban diharapkan tertib. 

"Jangan sampai rusuh cuma gara-gara kurban," katanya, Senin (20/8). Ditambahkan Untara, rencananya hari ini sapi kurban Presiden Joko Widodo akan tiba di Kota Solo dan ditempatkan di Masjid Al Wustho Mangkunegaran dan Masjid Agung Surakarta.

Sementara itu, pada Hari Raya Idul Adha, pemkot menyembelih tujuh ekor sapi. Dari tujuh sapi yang akan disembelih, enam di antaranya dibeli menggunakan APBD 2018. Sedangkan satu sapi pemberian pribadi Wakil Wali Kota Surakarta Achmad Purnomo. Penyembelihan hewan kurban dipusatkan di Masjid Baitul Hikmah balai kota, Rabu (23/8).

"Yang disembelih di balai kota dua ekor. Yang lima lainnya kita bagikan ke masjid-masjid di lima kecamatan," kata Purnomo.

Daging kurban akan didistribusikan ke sejumlah titik, yakni di Kampung Baru atau sekitar kompleks balai kota. Menurut data, ada 119 warga yang berhak mendapatkannya. Daging juga akan diberikan kepada seluruh tenaga kontrak dengan perjanjian kerja (TKPK), khususnya bagi tenaga kebersihan, sopir dan satpam.

"Proposal permohonan daging kurban yang diajukan di lingkungan balai kota dapat melalui takmir Masjid Baitul Hikmah. Yang lima masjid lainya adalah Masjid Paromosono ( Kecamatan Pasar Kliwon), Masjid Al Fajar ( Kecamatan Jebres ), Masjid Al Furqon ( Kecamatan Serengan), Masjid Al Huda ( Kecamatan Laweyan ), Masjid Attaqwa (Kecamatan Banjarsari)," jelasnya.

Sementara itu, kemari, dinas pertanian, peternakan dan perikanan (dispertan) Surakarta memeriksa hewan kurban di sejumlah lapak pedagang. "Kondisi hewan ini paling tidak diamati mulai dari cara berdirinya. Apakah bisa berdiri tegak dan tidak gemetar. Selain itu kondisi kulit hewan yang tidak terluka yang menimbulkan koreng. Kalau sedikit mengelupas tidak mengapa. Selain itu dari mata juga harus jernih tidak boleh belek. Gigi pun harus sudah berganti ke gigi dewasa untuk mengetahui usianya cukup atau tidak untuk disembelih," jelas Kepala Dispertan Solo Wenny Ekayanti.

Hasilnya, ditemukan beberapa hewan dalam kondisi kirang baik. Di antaranya, enam ekor sapi mengalami penyakit kulit, dua ekor sakit mata, serta dua ekor lainnya mengalami diare. "Kami sarankan hewan-hewan ini dipisah dan diobati terlebih dahulu. Walau waktunya mepet, kalau sebelum penyembelihan dinyatakan sehat, maka tetap boleh disembelih,” terangnya.

Pedagang hewan kurban Manto mengaku siap mengikuti saran dispertan. Soal penjualan, dia menuturkan cukup lesu. "Tahun lalu bisa sampai 80 ekor sapi. Saat ini baru 29 ekor,” ungkapnya. (irw/ves/wa

(rs/irw/ves/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia