Kamis, 15 Nov 2018
radarsolo
icon featured
Solo
Cash Register

Target Akhir Tahun, Sasar 10 Warung Makan

Selasa, 21 Aug 2018 20:25 | editor : Perdana

OPTIMALKAN PAD: Sejumlah warung makan menjadi sasaran pemkot untuk dipasang cash register.

OPTIMALKAN PAD: Sejumlah warung makan menjadi sasaran pemkot untuk dipasang cash register. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

SOLO - Upaya Pemkot Surakarta untuk meningkatkan transparansi pajak warung pinggir jalan akhirnya direalisasikan dengan pemasangan cash register. Kemarin, petugas  menyasar Warung Soto Seger Hj. Fatimah dan Sop Ayam Kampung Pak Min. Hingga akhir tahun ini, pemkot bakal memasang alat tersebut di delapan warung makan beromzet besar lainnya. Ini untuk mengoptimalkan pendapatan asli daerah melalui sektor pajak warung pinggir jalan. 

Kepala Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Yosca Herman Soedrajad mengatakan sebelumnya penarikan pajak warung pinggir jalan masih dilakukan secara manual. Yakni 10 persen dari pendapatan yang diterima sesuai yang dilaporkan oleh para pengusaha masing-masing. Sehingga, besaran pajak yang disetorpun hanya sesuai yang dicatatkan pengelola warung pinggir jalan. Oleh sebab itu, hari ini pihaknya sengaja merealisasikan penggunaan cash regrister disejumlah warung pinggir jalan agar mampu memberikan pandangan yang lebih nyata akan besaran pajak yang wajib dibayarkan. "Metode tradisional yang diterapkan selama ini rawan dimanipulasi karena pemerintah tidak bisa memantau atau menghitung secara pasti pendapatan suatu warung setiap harinya. Dengan pemasangan cash regrister ini kami dapat memantau transaksi secara real time sehingga besaran potensi pajak yang harus dibayarkan tidak jauh dari omzet yang didapat warung-warung tersebut," jelas Herman disela pemasangan cash regrister di Warung Soto Seger Hj. Fatimah. 

Dijelaskan dia, cash regrister yang mekanismenya tak jauh beda dengan Terminal Monitoring Device (TMD) yang biasa ditemukan di restoran dan hotel tersebut diberikan dalam bentuk tablet (smartphone) yang terkoneksi online antara mesin kasir pengelola dengan catatatan dinas terkait. Tujuanya, setiap pencatatan maupun perubahan akan terlihat jelas oleh dinas terkait yang membawahi urusan pajak tersebut. "Mulai Selasa (21/8) seluruh besaran pemasukan pengusaha tercatat detail dan bisa dipantau secara online. Untuk pertama ini kami pasang di dua warung dulu. Targetya pemasangan di cash regrister di 10 warung pinggir jalan hingga akhir taun," jelas dia.

Meski pun sudah menggunakan teknologi muthakhir, pemkot masih akan menerjunkan petugas lapangan untuk membimbing para pengusaha warumg pinggir jalan agar terbiasa menghunakan alat tersebut. Selanjutnya, pemantauan akan dijadwalkan secara berkala hingga sebulan kedepan. Dan selanjutnya bisa memberikan sanksi pada pengelola jika masih melakukan pelanggaran perihal pencatatan pajak tersebut. "Masih berpotensi diakali. Tapi paling tidak kita bisa memperhitungkan berapa tamu mereka setiap harinya. Nanti juga ada petugas yang memantau di lapangan. Jika ada masalah petugas akan memantau danenghitung secara manual baik dari banyaknya kursi yang tersedia maupun prediksi keluar masuknya pengunjung dalam sehari. Untuk sanksinya, dalam undang-undang aturan pajak itu sudah jelas. Apalagi ditambah perda dan perwali yang berlaku," 

Disisi lain, penerapan cash regriater tersebut membuat harga di warung pinggir jalan tersevut ikut naik. Meski demikian, kenaikan 10 persen tersebut agaknya bisa dimaklumi oleh para pelanggan. "Kami tidak keberatan dengan aturan ini. Pajak 10 persen ini kan berlaku bagi pelanggan. Dan sampai ini belum ada yang komplain karena sebelum ini kami sudah sosialisasi dulu sama pelanggan," jelas Hero Novianto, 25, Pengelola Warung Soto Seger Hj. Fatimah, Solo.

Meski demikian, warung soto yang buka setiap hari ini mengaku ada beberapa pelanggan yang menanyakan kenaikan ini. Namun, mayoritas pelanggan pada akhirnya bisa memahami kenaikan 10 persen tersebut. "Ada kenaikan tapi pengunjungnya bisa menerima. Saya harap tak akan adapenurunan omzwt karena ini," jelas pengelola warung yang bisa menjual 1000 mangkuk dalam seharu tersebut. (ves)

(rs/ves/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia