Minggu, 23 Sep 2018
radarsolo
icon featured
Solo

Pertamina Siap Tambah Pasokan di Eks Karesidenan Surakarta

Selasa, 21 Aug 2018 20:35 | editor : Perdana

Pertamina Siap Tambah Pasokan di Eks Karesidenan Surakarta

SOLO - Kelangkaan gas 3 kg bersubsidi selama sepekan ini semakin merata. Tidak hanya warga Solo, namun kini sudah merambah ke eks Karesidenan Surakarta. Atasi kondisi ini, Pertamina berjanji akan menambah pasokan hingga akhir Agustus.

Salah satu warga Grogol, Sukoharjo Muhammad, 33, mengaku kesulitan mencari gas subsidi 3 kg selama sepekan terakhir. Dirinya sudah keliling mencari gas ke beberapa pengecer dan hasilnya nihil. Bahkan saat mendatangi pangkalan, dirinya tidak diperbolehkan membeli dengan alasan stok akan diberikan ke pengecer.

“Kalau dulu lari ke Solo masih bisa karena stoknya ada. Tapi saya sampai mencari ke Joyontakan hari ini tidak ada juga,” ujarnya kemarin (20/8).

Kondisi sama juga terjadi di sejumlah kecamatan di Sukoharjo, seperti Kartasura, Gatak, Baki, dan Sukoharjo.

Senada Siti Fatimah, 58, juga mengaku kesulitan mencari gas. Dirinya mencari penjual gas di beberapa warung di Boyolali juga mengalami kesulitan. Bahkan saat mendatangi ke pangkalan juga habis. “Di pengecer sudah habis sejak akhir pekan lalu, kini yang di pangkalan juga katanya sudah habis,” imbuhnya.

Selain di Sukoharjo dan Boyolali kesulitan mendapatkan gas melon juga sudah terjadi di Wonogiri dan Solo. Bahkan banyak pedagang yang terpaksa harus mencari ke luar kota untuk mendapatkan gas melon. Seperti dialami sejumlah pedagang kaki lima di shelter Manahan. Bahkan, kalaupun ada harganya di kisaran Rp 20 ribu per tabung atau bahkan lebih.

Menyikapi sejumlah kelangkaan di beberapa wilayah ini, Sales Eksekutif Elpiji Regional IV Pertamina Adeka Sangtraga Hitapriya mengatakan bahwa Pertamina sudah menyiapkan alokasi tambahan elpiji bersubsidi 3 kg untuk wilayah eks Karesidenan Surakarta. Penambahan pasokan ini dialokasikan untuk mengantisipasi tambahan kebutuhan di masyarakat menjelang Idul Adha. 

“Untuk penambahan alokasi ini rencananya kami lakukan selama 20-31 Agustus  ini. Karena pada saat Idul Adha kebutuhan cenderung naik,” ujarnya.

Terlebih pada periode ini banyak masyarakat yang menggelar hajatan. Tentunya hal ini juga mengakibatkan adanya kenaikan kebutuhan. Adanya kelangkaan yang terjadi di beberapa titik ini dikarenakan faktor keterlambatan pasokan. “Bukan kelangkaan namun hanya keterlambatan suplai saja,” ujarnya.

Adapun alokasi tambahan kuota di eks Karesidenan Surakarta sebanyak 148.720 tabung. Dengan rincian, Boyolali sebanyak 19.040 tabung, Karanganyar  20.720tabung, Klaten sebanyak 21.840tabung,  Surakarta sebanyak 26.080 tabung, Sragen sebanyak 23.520, Sukoharjo sebanyak 24.080 dan Wonogiri sebanyak 13.440 tabung. 

“Dengan adanya alokasi tambahan ini harapannya kebutuhan masyarakat bisa terpenuhi. Sehingga tidak perlu melakukan operasi pasar,” tandasnya.  (vit/bun)

(rs/vit/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia