alexametrics
Sabtu, 17 Apr 2021
radarsolo
Home > Solo
icon featured
Solo

CCTV Diputar, Tersangka Sengaja Tabrak Pemotor hingga Tewas

24 Agustus 2018, 10: 24: 16 WIB | editor : Fery Ardy Susanto

Tersangka penabrak pemotor hingga tewas, Iwan Adranacus saat gelar perkara di Mapolresta Surakarta, Kamis (23/8).

Tersangka penabrak pemotor hingga tewas, Iwan Adranacus saat gelar perkara di Mapolresta Surakarta, Kamis (23/8). (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Polisi menegaskan akan mengusut tuntas kasus tabrakan maut di ruas Jalan KS Tubun, tepatnya di sisi timur Polresta Surakarta yang menghilangkan nyawa Eko Prasetio, 28, warga Jl Mliwis RT 02 RW 07, Kelurahan Manahan, Kecamatan Banjarsari. Pelaku yang juga bos salah satu perusahaan cat di Karanganyar berinisial Iwan Adranacus, 40, ini saat ini sudah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di mapolresta. 

 “Terlepas korban meninggal atau tidak, yang pasti jelas ada unsur kesengajaan dalam kejadian ini. Hal tersebut berdasarkan keterangan para saksi dan rekaman CCTV yang kita jadikan barang bukti,” ujar Wakil Kasatreskrim Polresta Surakarta AKP Sutoyo saat ditemui di ruangannya kemarin (23/8). 

Baca juga: Kadarwati Serahkan Puluhan Kambing untuk Masyarakat

Barang bukti mobil Mercedes Benz AD 888 QQ masih diparkir di mapolresta.

Barang bukti mobil Mercedes Benz AD 888 QQ masih diparkir di mapolresta. (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Hingga saat ini, polisi sudah memeriksa sembilan orang saksi dari warga dan tiga teman pelaku. Sutoyo mengatakan, tidak menutup kemungkinan jumlah saksi akan terus bertambah. Mengingat sebelum pelaku sengaja menabrak korban, sempat terjadi adu mulut antara keduanya.

Dari hasil keterangan sementara pelaku, lanjut Sutoyo, kasus ini sendiri bermula saat pelaku merasa tidak senang karena laju kendaraannya terhalang oleh sepeda motor korban. “Jadi pelaku saat itu baru pulang setelah makan siang di kawasan Jalan Slamet Riyadi, dan katanya terburu-buru mau mengantar tiga temannya itu ke bandara untuk mengejar pesawat,” katanya.

Kemudian puncaknya saat korban mendatangi rumah pelaku dan menendang bumper kiri belakang mobil. Karena masih tersulut emosi tersangka lantas mengejar korban hingga simpang empat KFC Manahan. 

“Di lokasi tersebut kembali terjadi adu mulut. Kemudian saat korban putar balik, tersangka mengikuti dari belakang. Saat itulah kemudian kendaraan tersangka menabrak motor korban hingga korban meninggal dunia,” ujarnya.

Setelah kasus tersebut polisi langsung menjemput pelaku. Dan setelah dilakukan serangkaian pemeriksaan dan memeriksa barang bukti, akhirnya IA ditetapkan sebagai tersangka. Dalam pemeriksaan tersebut Sutoyo menjelaskan kalau dalam proses pemeriksaan tersangka didampingi dua kuasa hukum.

Sementara itu, Kapolresta Surakarta Kombes Pol Ribut Hari Wibowo kemarin mengunjungi rumah duka. Kapolresta berjanji akan mengusut kasus tersebut hingga tuntas meski melibatkan bos perusahaan besar di Karanganyar.

“Saya secara pribadi dan institusi Polresta Surakarta mengucapkan bela sungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan. Tentu kasus ini akan terus kami usut secara profesioal dan transparan,” tegas Kapolresta.

Kapolresta juga menegaskan agar tidak ada pihak-pihak yang menebar isu-isu hoax, memelintir informasi,  hingga menunggangi demi kepentingan pribadi hingga kelompok. Sebab,  pasca kejadian ini mencuat banyak informasi bertebaran di media sosial yang mengundang provokasi,  bahkan menjerumus pada usur SARA

“Saya tegaskan,  bagi mereka yang menebar isu hoax dan informasi yang dipelintir akan kami pidanakan. Masyarakat jangan mudah terpengaruh dengan informasi yang tidak benar yang bisa mengganggu stabilitas kota Solo,” tegas Kapolresta

Ditambahkan Kapolresta,  pihaknya sudah menangani kasus ini secara mendalam. Bahkan tersangka sudah ditahan di mapolresta sejak ditetapkan sebagai tersangka Rabu (22/8) malam. “Kami dalam menangani kasus ini secara profesional dan transparan. Tidak ada yang dibeda-bedakan,  karena semua sama di mata hukum,” katanya.

Dalam menangani kasus ini, polresta juga di-backup oleh Ditreskrimum, Ditlantas, Ttim Inavis,  dan Labfor Polda Jateng. Rencananya hari ini akan digelar olah tempat kejadian perkara. Mulai dari cek-cok, kejadian lakalantas,  hingga penangkapan tersangka. 

Sementara itu,  ayah kandung Eko Prasetio, Suharto yang kemarin malam turut hadir dalam rilis juga meminta agar kejadian yang menimpa putra sulungnya tidak ditunggangi kepentingan-kepentingan pribadi maupun kelompok. Pihaknya menyerahkan seluruhnya pada pihak yang berwajib guna menuntaskan kasus tersebut. 

“Saya secara pribadi dan mewakili keluarga besar sudah ikhlas dengan kejadian ini. Janganlah kejadian ini dipolitisasi. Saya yakin polisi mampu menuntaskan kasus ini secara profesional dan transparan,” ujarnya.

Seperti yang diketahui sebelumnya, kasus ini bermula saat pelaku yang mengendarai mobil sedan warna hitam merek Mercedez-Benz dengan nopol AD 888 QQ dengan sengaja menabrak  sepeda motor Honda Beat warna hitam dengan Nopol  AD 5435 OH yang dikendarai Eko Prasetio hingga menyebabkan korban terpental dan terseret sejauh 13 meter.

Korban sendiri meninggal dunia di lokasi kejadian karena menderita luka berat pada bagian kepala. Karena unsur kesengajaan ini, tersangka dijerat dengan pasal 338 tentang pembunuhan dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara subsider pasal 351 ayat 3 tentang penganiayaan berakibat kematian dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara. (atn/bun)

(rs/atn/fer/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news