Minggu, 26 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Boyolali
Taat Pajak

Hanya Kecamatan Selo yang Lunas 100 Persen

25 Agustus 2018, 17: 35: 59 WIB | editor : Perdana

BEBAN BERAT: Pegawai Kantor Badan Keuangan Daerah (BKD) Boyolali menunjukkan blangko pelunasan pembayaran PBB-P2, Jumat (24/8).

BEBAN BERAT: Pegawai Kantor Badan Keuangan Daerah (BKD) Boyolali menunjukkan blangko pelunasan pembayaran PBB-P2, Jumat (24/8). (TRI WIDODO/RADAR SOLO)

Share this      

BOYOLALI – Deadline pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) hingga 30 September mendatang. Namun target pendapatan sebesar Rp 31,5 Miliar dari sektor pajak tahun ini tersebut belum terpenuhi. Kepala Bidang Pajak Daerah Badan Keuangan Daerah (BKD) Kabupaten Boyolali, Fara Soraya Devianti mengaku secara akumulasi perolehan PBB-P2 baru 60,08 persen atau Rp 24,7 miliar.

”Kecamatan Selo sudan lunas 100 persen. Ya baru satu kecamatan itu, yang lain belum,” kata Fara kepada Jawa Pos Radar Solo di sela pengundian hadiah PBB-P2 tingkat Kecamatan Mojosongo dan Kabupaten Boyolali di Alun-Alun Kidul, Jumat (24/8).

Farah menyebut, pelunasan di Kecamatan Teras paling minim. Baru Rp 1,6 miliar atau 40,58 persen saja. Kecamatan Banyudono juga mencatat pelunasan terendah dengan persentase 41,3 persen.

Fakta ini memaksa BKD Boyolali utuk mengoptimalkan pencapaian PBB-P2 2018 hingga deadline yang ditentukan. Seluruh camat akan dikumpulkan. Diminta untuk mengajak kepala desa atau lurahnya untuk menggiatkan petugas pemungut pajak di wilayah masing-masing.

Camat Selo, Jarot Purnama dalam sambutannya menyampaikan apresiasinya karena warga Lereng Gunung Merapi dan Merbabu ini taat membayar pajak sebelum jatuh tempo atau sebelum 31 Juli.

”Selo terdiri dari 12.392 wajib pajak (WP), kalau diakumulasikan ada Rp 968.676.671 kewajiban pajak yang harus ditanggung oleh masyarakat,” ujar Jarot.

Ketua DPRD Kabupaten Boyolali, S. Paryanto  bangganya dengan ketaatan WP di Kecamatan Selo. ”Selamat Selo sudah lunas 100 persen. Bahkan sebelum akhir Juli sudah lunas. Hari ini (kemarin) masing masing desa di Selo akan mendapatkan reward berupa uang tunai Rp 100 juta,” terang Paryanto.

Pemberian reward sebesar Rp 100 juta per desa di Kecamatan Selo ini harusnya menjadi suntikan motivasi bagi kecamatan lain. Agar taat dalam membayar kewajiban pajak. Khususnya Pajak PPP-P2. Apalagi Kecamatan Selo memiliki sejarah prestasi yang tidak main-main hal ketaatan membayar pajak. Selo tercatat berturut turut juara wajib pajak se-Jawa Tengah.

”Tahun lalu hadiah yang diberikan Rp 50 juta untuk tiap desa. Tahun ini Rp 100 juta diberikan kepada tiap desa di Kecamatan Selo. Hadiahnya tambah dua kali lipat,” imbuh Paryanto. (wid/fer)

(rs/wid/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia