Kamis, 20 Jun 2019
radarsolo
icon featured
Boyolali

Antrean Operasi Katarak Membeludak

30 Agustus 2018, 17: 50: 59 WIB | editor : Perdana

MAKIN LENGKAP: Fasilitas penunjang operasi katarak di RSUD Pandan Arang Boyolali, Rabu (29/8).

MAKIN LENGKAP: Fasilitas penunjang operasi katarak di RSUD Pandan Arang Boyolali, Rabu (29/8). (TRI WIDODO/RADAR SOLO)

Share this      

BOYOLALI – Terhitung sejak 20 Juli, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pandan Arang Boyolali sudah dilengkapi fasilitas operasi katarak berteknologi modern. Pelayanan operasi katarak dengan teknik phacoemulsifikasi ini sudah bisa dilakukan seiring dengan dimilikinya peralatan penunjang kesehatan. Serta kemampuan tenaga medis spesialis mata.

Keunggulan operasi katarak dengan teknik ini, tanpa sayatan yang lebar. Operasi lebih cepat, mudah, dan tanpa jahitan. ”Operasi katarak dengan teknik phacoemulsifikasi ditunjang peralatan canggih di poli mata,” terang dr. Dede Neni Herani, dokter spesialis mata di RSUD Pandan Arang kepada Jawa Pos Radar Solo, Rabu (29/8).

Kelebihan lainnya, luka pascaoperasi cepat sembuh. ”Pasien senang dengan program pachoemulsifikasi ini. Setelah pasien didiagnosa, kami motivasi dengan program phaco. Pasien jadi tahu tahapan apa saja yang harus dilakukan. Banyak yang tidak sabar hingga antrean penuh sampai akhir tahun,” papar Dede.

 Dalam kurun satu bulan ini, RSUD Pandan Arang sudah melakukan lebih dari 30 tindakan operasi katarak dengan pachoemulsifikasi. Untuk saat ini, hanya bisa menjadwalkan operasi setiap Jumat dengan 7-8 pasien. Mengingat keterbatasan ruang operasi yang dimiliki. 

Sebagai antisipasi, telah dibangun ruang instalasi bedah sentral (IBS). Harapannya tindakan operasi bias dilakukan tiap hari mulai awal tahun depan.

”Dari 100 persen penderita penyakit mata, sekitar 70-80 persennya katarak. Jadi semisal kita ingin cakupanan ke masyarakat luas, dengan alat itu sangat benar dan membantu sekali,” tegas Dede.

Pengadaan berbagai peralatan penunjang yang ada di RSUD PA ini dilakukan bertahap. Sebelum digunakan sudah menjalani proses sertifikasi oleh lembaga berwenang. Jadi dipastikan pelayanan di RSUD PA resmi dengan legalitas dan standarisasi lainnya.

Bambang Wahyono, pasien katarak mengaku sudah menjalani operasi di RSUD PA. Pria asal Desa Doplang, Kecamatan Teras ini menjalani operasi pada Jumat (24/8). Kondisinya sekarang mulai membaik pascaoperasi. ”Setelah operasi langsung boleh pulang dan rawat jalan,” ujarnya. (wid/fer)

(rs/wid/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia