Jumat, 21 Sep 2018
radarsolo
icon featured
Jateng

Ganjar-Yasin: Gandeng Kepala Daerah, Dorong Ekonomi Rakyat

Kamis, 06 Sep 2018 16:28 | editor : Perdana

TANTANGAN BARU: Ganjar Pranowo dilantik Presiden Joko Widodo sebagai gubernur Jateng periode 2018-2023 di Istana Merdeka.

TANTANGAN BARU: Ganjar Pranowo dilantik Presiden Joko Widodo sebagai gubernur Jateng periode 2018-2023 di Istana Merdeka.

JAKARTA - Usai dilantik di Istana Negara, Rabu kemarin (5/9), Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo-Taj Yasin Maimoen mendapat titipan khusus dari Presiden Joko Widodo. Selain membangun sumber daya manusia, duet pemimpin Jateng ini diminta untuk terus mendorong pertumbuhan perekonomian kerakyatan.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menjelaskan, penerapan konsep perekonomian kerakyatan tersebut bakal dia jalankan berbasis ekonomi lokal. Bukan sekadar pelaku, namun tetap mengedepankan kearifan lokal.

“Ada tiga hal yang sudah kami lakukan selama ini. Pertama, potensi mereka dipastikan butuh pengetahuan dan keterampilan, kedua butuh akses modal, ketiga butuh pendampingan,” kata Ganjar yang didampingi Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen.

Namun penerapan perekonomian kerakyatan berbasis kearifan lokal tersebut bakal dipandu oleh Ganjar dengan perkembangan teknologi. Hal tersebut dilakukan agar produk di Jawa Tengah mampu melakukan akselerasi yang kuat di pasar.

“Nah, pendampingan itulah untuk QC (quality control) agar kita bisa masuk pada standar pasar yang memang publik itu menghendaki produk-produk yang bagus. Jadi sisi ekonomi yang akan kita buat itu,” katanya.

Untuk menjalankan itu, Ganjar tidak akan membiarkan jajarannya diam diri. Karena itu, dia minta agar pelaku ekonomi di Jawa Tengah mampu menyesuaikan kemampuan diri dan kualitas produk dengan zaman.

“Pemerintah membantu pemasaran dan itu tidak cukup dengan cara konvensional. Itu mesti menggunakan teknologi informasi yang bagus untuk memperkenalkan produk-produk,” katanya.

Selain persoalan perekonomian kerakyatan, Ganjar dan Gus Yasin juga diwanti-wanti soal investasi. Karena menurut Ganjar negara tidak mungkin sendirian mengatasi itu. “Perizinan murah, mudah murah cepat kalau di Jawa Tengah. Tapi integritas tidak boleh hilang. Itu yang disampaikan,” katanya.

Atas dua pesan tersebut, Ganjar mengaku secara moral apa yang disampaikan Presiden Jokowi merupakan sebuah peringatan besar agar semua pihak menggeruduk pembangunan perekonomian. Untuk itu, Ganjar akan semakin erat menggandeng bupati dan wali kota dalam upaya itu.

“Itu suatu meriam untuk para gubernur. Ini bazoka. PP Nomor 33 Tahun 2018 (tentang Pelaksanaan Tugas dan Wewenang Gubernur sebagai Wakil Pemerintah Pusat), di mana gubernur boleh memberikan penghargaan sekaligus boleh memberikan sanksi. Maka kita ingin bangun integritas government. Sudah kami usulkan apa yang perlu diperbaiki dan dievaluasi,” katanya.

Pada kesempatan sama, Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen mengaku siap bekerja melanjutkan program Gubernur Ganjar Pranowo pada periode pertama menjabat. Apa yang sudah berada di depan mata, segera dikerjakan. Salah satunya pembahasan anggaran, baik perubahan APBD 2018 maupun APBD 2019.

Tak hanya itu, Yasin juga akan memperkuat koordinasi internal maupun dengan berbagai pihak. Dia pun siap turun ke 35 kabupaten/ kota untuk melihat langsung kondisi masyarakat sekaligus memantau pembangunan yang akan, sedang, dan telah dilakukan. “Kami harus turun untuk mengawasi dan mendengarkan keluh kesah masyarakat,” kata Yasin.

Dia juga berharap kerja sama dari seluruh masyarakat untuk membangun Jawa Tengah. Tanpa kerja sama, pembangunan yang dilakukan pemerintah tak akan berhasil. “Peraturan sudah kita bikin, apa yang dikehendaki masyarakat sudah kita akomodasi. Tentu kerja sama yang kita butuhkan demi kemajuan Jawa Tengah,” tandas Yasin.

Atas dilantiknya duet pemimpin Jateng ini, Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo berharap Ganjar-Yasin bisa melanjutkan program kerja 5 tahun lalu yang belum selesai. 

“Yang pertama adalah rencana menjadikan jalan di Jateng tanpa berlubang. Kemudian membenahi sistem pendidikan. Baik SMK maupun SMA dalam menentukan zonasi harus diperhitungkan dan dimatangkan,” jelasnya usai acara Obor Asean Paragames 2018 di Balaikota, Rabu (5/9). 

Selanjutnya, pemprov juga harus mendorong penurunan angka kemiskinan dan meningkatkan derajat martabat kesehatan masyarakat. Kemudian kartu tani juga perlu dievaluasi.  “Kalau kartu tani ini dicabut petani juga rugi. Intinya terus ada pembenahan baik sistem maupun teknis dalam program tersebut,” ujarnya. 

Harapan juga disampaikan warga kepada pemerintahan baru ini. Salah satunya dari Muchamad Jufry, warga Pekalongan. Dia berharap ke depan Jateng akan lebih ramah lingkungan dan memiliki kereta lintas Jateng ke Bandara Ahmad Yani. “Ini untuk mempercepat akses masyarakat,” ujarnya.

Arif dari Purworejo juga minta agar gubernur dan wakilnya memikirkan dan membuat program peningkatan kesejahteraan bagi guru honorer swasta. “Biar tambah ikhlas mengajar dan mendidiknya. Bagaimanapun mereka adalah guru juga,” ujarnya. 

Selain pelantikan gubernur dan wakilnya, kemarin juga dilantik Ketua Tim Pengerak PKK Jateng Atikoh Ganjar Pranowo sekaligus ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jateng periode 2018-2023. Pelantikan dilakukan Ketua TP PKK Pusat Erni Tjahjo Kumolo dan Ketua Dekranasda Pusat Mufidah Jusuf Kalla. (kom)

(rs/bay/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia