Minggu, 23 Sep 2018
radarsolo
icon featured
Solo

Polisi Bongkar Judi Online Omzet Miliaran

Kamis, 06 Sep 2018 18:23 | editor : Perdana

Polisi Bongkar Judi Online Omzet Miliaran

SOLO – Polda Jateng berhasil membongkar perjudian online berkedok kafe internet di dua lokasi di Kota Solo. Omzet judi tersebut setiap bulan mencapai Rp 1 miliar. Lima orang digelandang ke mapolda dan ditetapkan sebagai tersangka.

Masing-masing bernama Haris Budi Prasetyo, 29, warga Kampung Joyotakan, Kecamatan Serengan, Solo, dan Rinto Kurniawan, 28, beralamat Mojolaban, Sukoharjo. Keduanya diamankan dari kafe internet di Jalan Juanda, Jebres, Surakarta. 

Kemudian tiga tersangka lain adalah Andhika P, 31, warga Banyuanyar, Sumber, Banjarsari, Solo, dan Romi Septian A.P, 20, mahasiswa asal Randublatung, Blora, serta Ahmad Zaerofi, 20, mahasiswa beralamat di Gadung Telung, Belangwetan, Klaten. Mereka diamankan polisi dari warnet yang berada di Jalan Abdul Muis, Jebres, Solo ini.

Dua tempat perjudian tersebut digerebek jajaran Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jateng pada Jumat (31/8) sekitar pukul 01.00. Penggerebegan ini berawal setelah petugas Cyber Cryme Ditreskrimsus Polda Jateng melakukan patroli rutin melalui cyber.

“Pelaku ada lima. Di TKP satu dua orang, dan TKP dua ada tiga orang,” ungkap Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono saat memberikan keterangan pers di Kantor Ditreskrimsus Polda Jateng, Rabu (5/8).

Dari penggerebegan ini, selain mengamankan lima orang pengelola, polisi juga menyita berbagai barang bukti di dua tempat tersebut. Di antaranya belasan unit LCD monitor, puluhan CPU, modem dan uang mencapai puluhan juta rupiah yang diduga dari hasil tindak pidana kasus ini.

“Pengungkapan dari TKP pertama ini ada barang bukti berupa CPU dan televisi LCD. Ada sembilan unit. Dan di TKP kedua ada 20 unit. Dengan barang bukti Rp 9 juta di di TKP satu dan Rp 15 juta di TKP dua,” bebernya.

Modus kejahatan yang dilakukan lima tersangka tersebut adalah, di kedua tempat warnet tersebut terdapat fasilitas perangkat keras berupa komputer yang tersedia di bilik atau kamar warnet. Kemudian pelanggan dapat mengakses situs dengan web url http://bajukuning.com.

“Proses permainannya itu, orang yang akan bermain judi jadi member. Dia kasih deposit terlebih dahulu Rp 100 ribu. Kemudian dikasih username dengan paswordnya oleh petugas warnet. Setelah itu petugas warnet akan mengontak ke Jakarta untuk bisa dibuka. Tetapi hubungan Jakarta dengan pelakunya ini tidak kenal. Mereka kenal dari online saja. Setelah itu dibuka baru masuk (judi). Misalnya menang langsung ambil uang cash di kasir,” bebernya.

Para pengelola judi online ini rupanya juga melek teknologi. Buktinya, mereka bisa menembus pemblokiran yang dilakukan oleh institusi terkait, dalam hal ini diskominfo. Seperti halnya pemblokiran terkait perjudian dan pornografi. Manakala situs tersebut diblokir tentu saja tidak bisa terbuka atau terakses, dan pastinya muncul internet positif.

“Alat untuk memblokir tersebut namanya router. Jadi otomatis dia akan kebuka. Setelah kebuka itu ada judi konvensional, mulai dari Black Jack, Poker, Rolet, Casino. Namun ada juga judi Bola, mengikuti misalnya permainan bola,” jelasnya.

Perjudian online yang dikelola oleh para tersangka ini rupanya telah berjalan lama. Omzetnya pun sangat memggiurkan, yakni mencapai miliaran rupiah. Pada kasus ini, Condro menyebutkan murni perjudian. 

“Ini hanya murni perjudian sama umum. Dia beroperasi sudah 5 tahun. omzet dari dua TKP tersebut sebulan mencapai Rp 1 miliar. Ini belum selesai semua masih pengembangan, pembagian masih dalam pendalaman,” bebernya.

Pihaknya masih terus mengembangkan kasus ini lebih jauh. Sedangkan para pelaku akan dijerat pasal 27 ayat 2 Undang - Undang ITE No 19 Tahun 2016. Ancaman hukuman 6 tahun penjara. “Ini kami tahan. Pemain kami jadikan saksi. Yang kami jadikan tersangka ini adalah pengelolanya,” ujarnya. (mha/jpg/bun)

(rs/jpg/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia