Selasa, 13 Nov 2018
radarsolo
icon featured
Olahraga

Api Abadi Mrapen Diarak Menuju Jebres

Kamis, 06 Sep 2018 19:25 | editor : Perdana

SEMANGAT: Ketua Inapgoc Raja Sapta Oktohari mendampingi atlet Asian Para Games 2018 pada kirab obor kemarin (5/9).

SEMANGAT: Ketua Inapgoc Raja Sapta Oktohari mendampingi atlet Asian Para Games 2018 pada kirab obor kemarin (5/9). (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

SOLO – Lagi-lagi Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah event olahraga bergengsi tingkat internasional. Lebih membanggakan lagi, kesuksesan Asian Para Games 2018 diawali dari Kota Solo dengan menggelar kirab lentera api abadi kemarin (5/9). 

Api abadi yang diambil dari Mrapen, Kabupaten Grobogan tersebut diarak menuju kantor National Paralympic Committee (NPC) di Kecamatan Jebres berlanjut ke balai kota Surakarta. 

Lentera diestafetkan oleh paralimpian, pejabat Pemprov Jateng dan diakhiri oleh Puan Maharani selaku ketua dewan pengarah Asian Para Games 2018. Sebelum dibawa ke Ternate, lentera menginap semalam di balai kota.

Ikut hadir dalam kegiatan tersebut Wakapolda Jateng Brigjenpol Ahmad Lutfi, Kasdam IV Diponegoro Brigjen TNI Bakti Agus Fadjari, Wakajati Jateng Amandra Syah Arwan, Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo dan pejabat lainnya.

"Ini merupakan kelanjutan dari asian games. Yang mana para games diikuti 5.000 atlet dan official dan pelatih dari 41 negara yang akan mempertandingkan 18 cabang olahraga," kata Puan.

Solo menjadi kota pertama dari delapan kota yang disinggahi. Saat di Ternate, lentera tersebut digunakan untuk menyalakan obor Asian Para Games 2018 oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi tepat pada peringatan Hari Olahraga 9 September. Obor kemudian diarak menuju Makassar, Bali, Pontianak, Medan, Pangkal Pinang dan berakhir di Jakarta.

Di sisi lain, bagi atlet yang berprestasi dalam event bergengsi tersebut siap-siap saja kebanjiran bonus. Untuk emas perorangan akan mendapatkan bonus senilai Rp 1,5 Miliar,  sedangankan emas di kelas ganda Rp 1 Miliar per orang. Untuk beregu, per atlet peraih emas akan mendapatkan Rp 750 juta. 

"Tak ada yang membedakan atlet normal di Asian Games ataupun disabilitas di Asian Para Games. Semua membawa nama Indonesia.  Sebagai apresiasi, bonus atlet Asian Games dan Asian Para Games akan sama," tegas Puan. 

Ketua Umum Indonesia Asian Para Games 2018 Organizing Committee (Inapgoc) Raja Sapta Oktohari mengatakan, kirab lentera di Kota Solo menjadi awal dari rangkaian digelarnya Asian Para Games 2018 pada 6-13 Oktober di Jakarta dan Jawa Barat.

Salah seorang atlet David Jacobs berharap masyarakat memberikan dukungan penuh agar seluruh atlet dari Indonesia dapat memberikan yang terbaik bagi bangsa. “Dukungan itu jadi motivasi bagi kami meraih target,” katanya.

Sementara itu, Presiden NPC Indonesia Senny Marbun optimistis Indonesia bisa masuk sepuluh besar peraih medali terbanyak. "Kami menargetkan bisa mendulang 17 emas dan finis di posisi keenam atau tujuh. Saya lihat semangat atlet sangat besar,  semakin percaya diri karena kami main di rumah sendiri,” tegasnya. (irw/nik/wa

(rs/irw/NIK/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia