Kamis, 15 Nov 2018
radarsolo
icon featured
Solo
PKL Sunday Market

Pedagang Masih Ragu, Perdana Sepi Pendaftar

Jumat, 07 Sep 2018 17:55 | editor : Perdana

LOKASI BARU: Halaman Galabo ini akan menjadi lokasi baru bagi pedagang Sunday Market untuk berjualan.

LOKASI BARU: Halaman Galabo ini akan menjadi lokasi baru bagi pedagang Sunday Market untuk berjualan. (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

SOLO - Hari pertama pendaftaran relokasi pedagang kaki lima (PKL) Sunday Market Manahan ke tiga lokasi minim peminat. Dari total 2 ribu pedagang, baru 160 pedagang yang datang dan mendaftar. Pemkot mengakui sosialisasi yang dilakukan belum maksimal.

Satu per satu pedagang Sunday Market mendatangi pos dadakan di Gladag Langen Bogan (Galabo) di Jalan Jenderal Sudirman, Kamis (6/9). Hingga pukul 12.00 WIB sudah ada 160 pedagang yang menuliskan namanya di lembar pendaftaran. 

Kepala Bidang PKL Dinas Perdagangan (Disdag) Didik Anggono menyebut jumlah pendaftar masih minim. “Mungkin sosialisasi kita belum sampai ke seluruh pedagang. Tapi semestinya koordinator-koordinator PKL yang kemarin (Rabu) ikut pertemuan dapat menginformasikan kepada pedagang lain. Jangan sampai berhenti,” katanya.   

Menurut Didik, informasi dari setiap koordinator adalah cara paling efektif untuk melakukan sosialisasi. Keputusan pemkot terkait pendaftaran tersebut juga telah disebarluaskan ke berbagai jejaring media sosial pedagang secara lengkap dan jelas. Dia berharap pedagang tidak menghentikan dan menutup informasi dari pedagang lain untuk kepentingan pribadi.

“Ini kan siapa cepat, dia yang dapat. Mudah-mudahan tidak ada yang menutup informasi ini,” katanya.

Faktor lain, lanjut Didik, PKL Sunday Market masih berhitung untung dan rugi jika mereka membuka lapak di Galabo atau area car free day (CFD) Jalan Slamet Riyadi dan Jalan Juanda. Apalagi luasan yang disediakan pemkot hanya 2 x 1,5 meter. Tentunya relatif kurang luas bagi pedagang yang sebelumnya berjualan di lapak lebih longgar.

“Misalnya kalau warung soto, mereka pasti hitung-hitungan apakah cukup tempatnya atau paling tidak mikir apa kalau dijual di sana (Galabo) bisa laku?. Makanya mereka masih mikir untuk daftar,” katanya.

Kepala Dinas Perdagangan Subagyo kembali menegaskan PKL Sunday Market agar segera mendaftarkan diri sesuai batas waktu yang ditentukan. Mengingat keterbatasan lokasi yang disediakan pemkot. Pemkot hanya menyediakan kuota 342 lapak di Galabo, 50 lapak di CFD Jalan Slamet Riyadi dan 200 lapak di Jalan Juanda.

“Silakan untuk mendaftar sesuai dengan kuota. Karena sudah disepakati demikian ya kita tinggal menjalankan. Mudah-mudahan pedagang bisa mengerti,” katanya. (irw/bun)

(rs/irw/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia