Kamis, 15 Nov 2018
radarsolo
icon featured
Solo

Massa Tumplek Blek, Solo Tetap Damai 

Senin, 10 Sep 2018 14:47 | editor : Perdana

Massa Tumplek Blek, Solo Tetap Damai 

SOLO – Ribuan warga tumplek blek di dua titik utama Kota Solo. Satu di kawasan sekitar Kota Barat, sementara titik lain di kawasan Gladak. Meski melibatkan massa besar, kegiatan tersebut berlangsung tertib dan aman.  

Di kawasan Kota Barat, warga dari berbagai kelurahan di Kota Solo memadati lapangan tersebut. Mereka berkompetisi dalam agenda Pekan Olah Raga Warga Solo (Powarso). Kegiatan yang diinisiasi Pemkot Solo ini dihadiri Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Kapolda Irjen Pol Condro Kirono dan Wali Kota Surakarta F.X Hadi Rudyatmo.

Ajang ini juga sekaligus syukuran atas keberhasilan sejumlah atlet asal Jateng yang bertarung di ajang Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang Agustus lalu. Sebagai bentuk penghormatan, para pelatih dan 24 atlet asal Jateng tersebut dikirab menggunakan kereta kuda berkeliling Kota Solo.

Rute kirab sendiri melewati Jalan Dr Moewardi hingga simpang empat Gendengan belok kiri masuk ke Jalan Slamet Riyadi. Dari situ arak-arakan bergerak ke arah timur menuju simpang empat Novotel kemudian masuk Jalan Gajah Mada hingga bundaran Monumen Pers. Kemudian rombongan menyusuri Jalan Yosodipuro hingga kembali ke lapangan Kota Barat.

Sambutan meriah kepada peserta kirab tampak diberikan oleh warga Kota Bengawan yang kebetulan datang di kawasan car free day (CFD) Jalan Slamet Riyadi. Siswa-siswi SMA/SMK di Kota Solo berseragam pramuka dengan bendera merah putih di tangan juga terlihat berjejer di Jalan Yosodiporo untuk menyambut para pahlawan bangsa tersebut.

“Saya tidak menyangka setelah mendapat emas di Asian Games banyak dibicarakan publik. Bahkan hampir setiap hari diundang jadi tamu khusus. Saya juga berterima kasih kepada wali kota Solo karena meski bukan warga Solo tapi diundang dalam kirab ini,” ujar Aris Susanti, peraih dua emas panjat dinding di Asian Games asal Grobogan di sela kirab kemarin.

Rasa bahagia juga diungkapkan gubernur. Sebab, banyak atlet dari Jateng dipanggil untuk membela bangsa di ajang Asian Games kemarin. “Kami tidak menyangka atlet asal Jateng bisa segemilang ini prestasinya. Acara ini untuk mengungkapkan rasa syukur kepada mereka yang sudah berjuang di ajan g Asian Games,” ujar gubernur dalam sambutannya. 

Selain dimeriahkan kirab, peringatan Haornas kemarin juga diisi pertandingan berbagai macam olah raga tradisional dari perwakilan kelurahan di Kota Solo. Lomba tersebut meliputi tarik tambang, bakiak, kasti, gobak sodor, dan senam. Olahraga tradisional memang sengaja dipilih oleh Pemkot Surakarta untuk mengangkat olahraga tradisional.

“Kalau Porwaso tahun lalu ada sepak bola, voli, bulutangkis, catur, tenis meja dan lainnya. Namun karena ini ada permintaan masyarakat untuk mengadakan permainan tradisional, akhirnya kami gelar. Ini menunjukkan ciri khas Kota Solo yaitu kompak dan gotong royong,” katanya.

Hadiah acara ini pun cukup menggiurkan. Ada ratusan doorprize dibagikan para pengunjung. Di antaranya 6 paket umrah dan 7 unit sepeda motor. Bahkan gubernur juga menambah hadiah berupa 5 laptop secara dadakan karena melihat antusiasme dan semangat warga.

Sementara itu di kawasan Gladak,  belasan ribu masyarakat juga turun ke jalan mengikuti agenda Jalan Sehat Umat Islam.  Jalan sehat dimulai pukul 06.45 WIB dengan mengambil rute start di Gladag menuju Bank Indonesia melewati Mangkunegaran dan kembali ke kawasan Gladag.

Humas acara Endro Sudarsono mengungkapkan, peserta jalan sehat ini berasal dari eks Karesidenan Surakarta. Ada ratusan hadiah disediakan panitia dengan hadiah utama berupa tiga paket umrah. “Jadi acara ini murni acara olahraga, tidak ada unsur politik,” ujarnya.

Endro menegaskan, panitia sudah juga membuat aturan yakni tidak boleh membawa atribut bertuliskan #2019GantiPresiden atau  #2019DuaPeriode dan melarang berkampanye dengan menyebut salah satu capres dan cawapres.

Terkait beberapa agenda besar di Kota Solo ini, Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono memastikan peringatan Haornas di Solo berjalan lancar. Guna menjaga kestabilan Kota Bengawan dan mengatur lalu lintas, sedikitnya 2.500 jajaran Polda Jateng dan 200 personel TNI disiagakan di sejumlah titik.

“Sudah saya tekankan kepada anggota agar tidak bersenjata, serta humanis dalam penjagaan. Untuk itu kami mengedepankan para Polwan dalam mengawal acara. Sejauh ini belum ada kegiatan-kegiatan yang mengarah pada unsur politik,” kata Kapolda. (atn/bun)

(rs/atn/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia