Minggu, 23 Sep 2018
radarsolo
icon featured
Solo
Judi Online Jaringan Filipina

Polda Bidik Warnet Lain di Jateng

Senin, 10 Sep 2018 17:21 | editor : Perdana

Irjen Pol Condo Kirono

Irjen Pol Condo Kirono

SOLO – Kasus judi online berkedok warnet di Jalan Ir Juanda dan Jalan Abdul Muis Solo masih terus didalami tim Direktorat Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jawa Tengah. Dari hasil penelusuran, jaringan judi yang sudah berlangsung cukup lama tersebut dikendalikan dari Filipina. 

Hal ini diungkapkan Kapolda Jateng, Irjend Pol Condro Kirono saat menghadiri Pekan Olah Raga Warga Solo (Powarso) di lapangan Kota Barat Solo Minggu kemarin (9/9). Kapolda mengatakan, karena judi online ini bersumber dari Filipina, pihaknya akan menggandeng tim Cyber Crime Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri guna mengusut kasus perjudian jaringan internasional ini. 

“Dari hasil penelusuran kami, jaringan ini terkoneksi dengan bandar di Jakarta, namun server situsnya ada di Filipina,” ujar Kapolda.

Untuk itu, polda akan mengusut dulu pengendali jaringan di Jakarta. Setelah itu akan dikembangkan terus sampai ke tingkat jaringan atasnya untuk mengungkap siapa bandar terbesarnya. 

“Kita juga mendapat informasi selain dua di Solo, masih ada warnet lain di Jateng yang diduga sebagai lokasi judi online. Pada intinya kasus ini akan kita telusuri dan ungkap sampai akar-akarnya,” tegasnya.

Kapolda mengatakan, dengan terbongkarnya kasus judi online ini, bisa menjadi masukan bagi Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) untuk mengantisipasi perkembangan teknologi dan situs yang bisa diakses secara ilegal.

“Karena seperti yang kita tahu, sebenarnya situs ini kalau kita membuka di laptop biasa atau di komputer rumah sudah terblokir. Namun melalui warnet dua lokasi itu, mereka punya  alat khusus untuk menembus blokir itu dan sekarang sudah kami sita sebagai barang bukti. Untuk itu saya minta kepada Kominfo agar semakin cermat dalam mengawasi bisnis warnet,” ujarnya.

Di lokasi yang sama, Wali Kota Surakarta F.X Hadi Rudyatmo mengapresiasi kinerja Polda Jateng yang berhasil mengungkap judi online beromzet miliaran rupiah di wilayahnya. Dia sangat setuju apabila segala jenis judi online ditumpas habis dan ditutup. Bahkan selama ini pemkot juga sudah bekerjasama dengan polresta untuk menumpas judi, baik online maupun offline di Kota Solo, termasuk miras.

“Langkah ini dilakukan agar warga Solo itu waras. Waras kantongane, waras pikirane, waras perbuatane. Itu yang paling penting. Kalau ada kasus (judi online) seperti ini, yang malu bukan satu dua orang, namun seluruh warga Solo,” imbuh Rudy, sapaan akrab wali kota.

Rudy juga menyayangkan sikap warga sekitar warnet yang memilih diam. Padahal, mereka sudah hidup bertahun-tahun di sekitar lokasi dan mengetahui kalau ada praktik ilegal di lokasi usaha tersebut. 

“Saya minta ke depan kalau ada praktik yang menyalahi hukum segera lapor kepada kepolisian, sehingga bisa segera diusut tuntas. Jangan malah diam,” tegas Rudy.

Ke depan, lanjut Rudy, pengawasan warnet akan diserahkan kepada satuan polisi pamong praja (Satpol PP). Mulai dari aturan jam operasional, hingga konten yang dijual para pengusaha warnet. “Akan kita cek perdanya seperti apa,” pungkasnya.

Seperti diketahui, Jumat  (31/8) dini hari lalu aparat kepolisian menggerebek dua warnet di Solo yang menjadi lokasi judi online. Di warnet yang berada di Jalan Ir Juanda, aparat kepolisian mengamankan Haris Budi Prasetyo, 29, warga Kecamatan Serengan, Solo dan Rinto Kurniawan, warga Kecamatan Mojolaban, Sukoharjo.

Sedangkan dari kafe internet berada di Jalan Abdul Muis  pihak yang berwajib mengamankan Andhika Pratama, 31, warga Sumber, Kecamatan Banjarsari, Solo; Romi Septian asal Blora dan Ahmad Zaerofi asal Klaten. Para pelanggan sendiri bermain judi online setelah pengelola warnet berhasil menjebol situs dengan web URL http://bajukuning.com. (atn/bun)

(rs/atn/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia