Minggu, 23 Sep 2018
radarsolo
icon featured
Sragen
Sulitnya Bongkar Jaringan Narkoba di Lapas

Sita 10 HP dan Bong Sabu di Lapas

Rabu, 12 Sep 2018 14:46 | editor : Perdana

Sita 10 HP dan Bong Sabu di Lapas

SRAGEN – Indikasi keterlibatan petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Sragen dalam jaringan narkoba hingga kemarin masih didalami Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jateng. Meski lapas sudah memberlakukan pengamanan berlapis, tetap saja ada kebocoran. Buktinya, narkoba masih bisa diselundupkan ke dalam lapas, termasuk handphone (HP).

Kepala Lapas Kelas IIA Sragen Yosef B. Yambise menegaskan, pihaknya sudah beberapa kali melakukan razia selama September ini. Hasilnya ditemukan 10 handphone, 1 bong sabu-sabu dan sebuah senjata tajam berada di dalam sel. 

”Pekan ini kami sudah empat kali razia. Sabu-sabu memang tidak ditemukan, tapi ada HP, bong sabu dan senjata tajam,” terangnya kepada koran ini kemarin.

Dia menjelaskan penemuan HP dilakukan dalam dua kali razia. Pertama ditemukan dua buah HP. Lantas dalam operasi kedua ditemukan delapan buah. Barang-barang tersebut disembunyikan mulai dari loteng sampai di saluran pembuangan.

”Bong bisa saja peninggalan mereka yang dipindahkan atau sudah bebas. Sebagian besar temuan dari blok narkoba, namun di blok lain juga ada,” jelasnya.

Yosef sendiri menyampaikan bahwa para narapidana jaringan narkoba sangat kreatif. Baterai biasa pun bisa dimodifikasi menjadi charger untuk HP. ”Banyak cara, baterai biasa bisa dimodifikasi. Macam-macam, kadang mereka punya kreativitas yang kita sendiri tidak sangka,” bebernya.

Pihaknya menegaskan akan semakin memperketat pengamanan. Saat ini akan dibuat pos jaga di depan sebagai pengamanan lapis pertama untuk pemeriksaan. Selain itu pihaknya akan semakin mewaspadai pelemparan narkoba dari luar tembok penjara.

Yosef tidak memungkiri peranan HP dalam penjara sangat vital bagi jaringan narkoba untuk melakukan transaksi atau mengendalikan bisnis barang haram tersebut dengan orang-orang di luar lapas. Karena itu pengawasan soal HP sangat ketat. Termasuk para petugas atau sipir sendiri dilarang membawa HP ke area yang ditinggali warga binaan.

Petugas Lapas Sragen Pengelola Barang Milik Negara (BMN) Gatot Safari menyampaikan, terkait pelemparan narkoba dari luar tembok lapas, dia menjelaskan, mereka memasukkan sabu ke dalam jeruk. ”Pelemparan menggunakan jeruk karena efek suaranya tidak keras. Selain itu menggunakan ancer-ancer pohon. Sekarang pohonnya sudah kami potong. Ini untuk,” tuturnya. 

Seperti diberitakan sebelum, BNNP Jateng telah memeriksa empat petugas Lapas Sragen terkait kasus narkoba. Hingga kemarin belum diketahui hasil pemeriksaan terkait empat orang tersebut. Sementara itu untuk memutus mata rantai transaksi narkoba, Lapas Sragen telah memindahkan 34 napi narkoba ke tujuh lapas di wilayah Jateng. Sebab, mereka ini didindikasikan merupakan “pakar” narkoba. Karena itu, keberadaan mereka dikhawatirkan akan memengaruhi napi lain. (din/bun)

(rs/din/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia