Minggu, 23 Sep 2018
radarsolo
icon featured
Solo

Nonstop 24 Jam Pasang 600 Fondasi MTSS 

Rabu, 12 Sep 2018 17:33 | editor : Perdana

BERKUALITAS: Rangkaian besi dan alat berat yang digunakan untuk memasang fondasi MTSS.

BERKUALITAS: Rangkaian besi dan alat berat yang digunakan untuk memasang fondasi MTSS. (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

SOLO – Kontraktor pelaksana mulai menggarap pembangunan Masjid Taman Sriwedari Surakarta (MTSS). Di antaranya memasang 600 fondasi bangunan selama 24 jam hingga dua bulan mendatang.

"Hari ini (kemarin, Red) kami sudah memasang bore pile (fondasi dalam) untuk konstruksi bangunan masjid. Pemasangan hingga dua bulan karena jumlah fondasi yang akan dipasang sekitar 600 titik," terang manager proyek pembangunan MTSS  PT Wijaya Karya (Wika) Agung Budiyanto, Selasa (11/9).

Agung menambahkan, pemasangan fondasi itu berlangsung nonstop selama 24 jam. Sekitar 100 pekerja dilibatkan dalam proyek tersebut. Kedalaman bore pile di area masjid utama adalah 8,5 meter, di empat menara pendukung 13,5 meter, sedangkan di menara utama kedalaman mencapai 30 meter. 

Khusus fondasi di konstruksi menara utama akan dipasang di 91 titik. Agung mengklaim, hingga saat ini capaian pelaksanaan proyek tersebut sudah di atas target yang ditetapkan panitia pembangunan MTSS.

"Terhitung sejak pembersihan lahan dan penyiapan lokasi pembangunan pada 10 Juli, persentase pengerjaan sudah di atas 0,04 persen dari total target. Sampai saat ini belum ada hambatan berarti," terangnya.

PT Wijaya Karya selaku pelaksana proyek selalu berkoordinasi dengan pemkot, khususnya dinas perhubungan, terkait traffic management penggunaan ruas jalan di sekitar Taman Sriwedari hingga pengondisian lingkungan proyek.

Ketua panitia pembangunan MTSS Achmad Purnomo berjanji mendukung pendanaan proyek bernilai ratusan miliar tersebut semaksimal mungkin. "Kami akan mengumpulkan dana sebanyak-banyaknya, baik dari BUMN maupun masyarakat umum. Saat ini pencairan komitmen hibah dari para donatur sedang diproses, karena beberapa donatur membutuhkan administrasi seperti berkas kelengkapan proyek," terangnya. (irw/wa)

(rs/irw/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia