Jumat, 21 Sep 2018
radarsolo
icon featured
Solo

Arpusda Geser Buku Fisik ke E-Book

Rabu, 12 Sep 2018 17:46 | editor : Perdana

NYAMAN: Koleksi beragam buku di Arpusda dapat dengan mudah diakses masyarakat. 

NYAMAN: Koleksi beragam buku di Arpusda dapat dengan mudah diakses masyarakat.  (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

SOLO – Dinas arsip dan perpustakaan daerah (Arpusda) Kota Surakarta terus berbenah menuju digitalisasi perpustakaan. Seluruh koleksi akan diintegrasikan dalam satu aplikasi berbasis Android yang diberi nama iSolo.

Kepala Dinas Arpusda Sis Ismiyati mengatakan, digitalisasi wajib dilakukan mengingat perkembangan teknologi kian pesat. Dia menyebut tren membaca anak muda sekarang sudah mengalami pergeseran dari buku fisik ke buku digital. Untuk itu aplikasi iSolo menjadi pilihan untuk melanggengkan perpustakaan kota.

“Kita semua pasti paham jika perkembangan teknologi sekarang sudah sangat maju. Arpusda juga harus mengikuti itu. Kami tidak mau ketinggalan. Maka kita upgrade buku-buku itu dalam bentuk e-book,” terangnya.

Aplikasi iSolo rencananya akan diluncurkan hari ini bersamaan dengan acara Gelar Pustaka di Solo Paragon Life Style Mall. Ajang pameran buku tersebut sekaligus digunakan sebagai unjuk gigi perpustakaan digital yang dirintis tahun ini. Untuk proses digitalisasi sendiri, Ismi menyebut mengeluarkan anggaran yang tidak sedikit.

“Kurang lebih sekitar Rp 200 juta. Kita melibatkan pihak ketiga dalam membuat dan melakukan pengoperasian,” terangnya.

Anggaran yang besar itu diharapkan mampu mengejar ketertinggalan perpustakaan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Terlebih tiga tahun terakhir, Arpusda telah menyetop penyediaan buku baru untuk perpustakaan kampung. Selain beralih ke perpustakaan digital, memaksimalkan perpustakaan kota menjadi salah satu alasannya.

“Jadi perpustakaan kota ini sebagai pusat peradaban. Semua ilmu pengetahuan ada di sini, termasuk penelitian. Meski nanti kita sudah punya bentuk digital, harapannya perpustakaan ini tetap ramai,” katanya.

Bagaimana dengan tingkat kunjungan ke perpustakaan? Ismi mengklaim terus meningkat. Pada 2015 mencapai 13 ribu pengunjung. Angka tersebut melebihi dari target yang dipatok yakni 12 ribu pengunjung. Serupa terjadi pada dua tahun berikutnya.

“Tahun 2016 kita memperoleh kunjungan sebanyak 15 ribu dan 26 ribu pada 2017. Harapannya tahun ini kita bisa lebih baik,” ujar dia.

Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo berharap perpustakaan dapat dijadikan salah satu rujukan bagi pelajar dan masyarakat menambah wawasan. Dia ingin seluruh potensi secara fisik maupun digital di perpustakaan dapat dimaksimalkan.

“Karena perpustakaan menjadi salah satu sarana untuk mewujudkan masyarakat yang wasis, cerdas. Adanya perpustakaan digital itu juga sangat membantu memudahkan masyarakat dalam belajar,” tuturnya. (irw/wa)

(rs/irw/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia