Kamis, 15 Nov 2018
radarsolo
icon featured
Boyolali
Caleg Mulai Curi Start

Intensifkan Pengawasan di Tingkat Panwascam

Rabu, 12 Sep 2018 20:15 | editor : Perdana

Taryono, Kepala Bawaslu Boyolali

Taryono, Kepala Bawaslu Boyolali

BOYOLALI – Calon Legislatif (Caleg) di Boyolali masih berstatus daftar calon sementara (DCS). Belum ditetapkan sebagai daftar calon tetao (DCT). Namun, beberapa di antaranya kedapatan sudah mencuri start. Menggelar berbagai kegiatan untuk menarik simpati masyarakat.

Tak pelak kondisi ini mematik reaksi Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Boyolali. Ketua Bawaslu Boyolali, Taryono mengaku, caleg belum ditetapkan sebagai DCT. Alhasil mereka belum diperkenankan melangsungkan kegiatan untuk menarik simpati calon pemilih.

Bahkan sebagian caleg, lanjut Taryono, sudah mengarah kepada kegiatan kampanye. Sebagai antisipasi, pihaknya mengintesifkan kinerja Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam). Difungsikan untuk mengawasi praktik-praktik yang mengandung unsur kampanye tersebut.

”Sekarang mulai marak adanya tindakan yang menuju kampanye. Inilah pentingnya peran Panwascam. Akan kami sebarkan surat kepada parpol (partai politik) agar calegnya tidak kampanye dulu. Karena saat ini belum waktunya,” tegas Taryono kepada Jawa Pos Radar Solo, kemarin (11/9).

Bawaslu juga meminta peran serta masyarakat untuk ikut mengawasi kegiatan-kegiatan para caleg. ”Kami juga melibatkan masyarakat. Misalnya ada yang menemukan gerakan atau tindakan yang menjurus kampanye, bisa melaporkan kepada kami,” tegasnya.

Taryono menerangkan poin-poin penting terkait kegiatan caleg berbau kampanye. Yakni kegiatan tersebut mengandung unsur secara kumulatif. Antara lain adanya ajakan untuk memilih calon, nomor urut, visi misi calon, dan sebagainya.

Namun demikian, bukan berarti Bawaslu akan mengabaikan laporan yang hanya mengandung salah satu atau beberapa unsur tersebut. Pihaknya tetap akan menindaklanjuti setiap laporan masyarakat yang masuk mengenai kegiatan kampanye para caleg. Terutama yang dilakukan sebelum waktunya lias mencuri start.

”Kegiatan yang mengarah ke unsur kampanye atau mendekati akan kami lakukan tindakan pencegahan. Supaya tidak terjadi pelanggaran,” imbuh Taryono. (wid/fer

(rs/wid/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia