Jumat, 15 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Pendidikan
Pengabdian Masyarakat FH UNSA

Pelajari Hukum Adat Suku Baduy

13 September 2018, 16: 32: 42 WIB | editor : Perdana

PENGALAMAN BERHARGA: Program pengabdian masyarakat UNSA di pedalaman Suku Baduy (7-10/9)

PENGALAMAN BERHARGA: Program pengabdian masyarakat UNSA di pedalaman Suku Baduy (7-10/9) (SEPTINA FADYA PUTRI/RADAR SOLO)

Share this      

BANTEN – Untuk menambah wawasan dan memperdalam ilmu tentang hukum adat yang ada di Indonesia, Fakultas Hukum Universitas Surakarta (FH UNSA) mengadakan kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Adat Baduy, yang terletak di Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten, Jumat-Sabtu (7-8/9). 

”Kami melihat Suku Baduy adalah salah satu suku yang khas. Kami mencoba menggali nilai-nilai yang ada di dalamnya. Itu motivasi kami mengadakan kegiatan pengabdian masyarakat di Suku Baduy. Ini juga sekaligus mempelajari hukum adat di sana. Tujuannya, menambah khasana ilmu untuk memperdalam ilmu tentang hukum adat,” beber Ketua Pelaksana Pengabdian Masyarakat FH UNSA, Frans Simangunsong kepada Jawa Pos Radar Solo, kemarin.

Frans menambahkan kegiatan ini sangat berguna bagi para dosen FH UNSA, khususnya yang membidangi mata kuliah hukum adat. 

”Kami berharap ke depan akan mengadakan di tempat yang sama dikemudian hari. Ada hal-hal yang tidak kami bayangkan sebelumnya. Kami mengalami semacam pembaharuan, tidak menyangka ada kehidupan lain yang dijalani masyarakat di Suku Baduy. Mereka berbeda dengan suku-suku lainnya,” jelasnya.

Dekan FH UNSA, Bintara Sura Priambada mengungkapkan hasil pengabdian masyarakat ini, pihaknya meminta mahasiswa melakukan perbandingan hukum, hingga membandingkan komparasi hukum adat antara hukum adat Baduy dengan hukum adat lainnya.

”Kami melihat hukum adat di sana masih sangat terjaga, baik Baduy Dalam maupun Baduy Luar. Mereka masih menjaga kearifan lokalnya. Semoga dapat bertahan sampai selamanya karena ini merupakan warisan budaya yang harus kita jaga,” katanya.

Kegiatan ini juga merupakan implementasi kerjasama FH UNSA dengan perguruan tinggi swasta (PTS) di seluruh Indonesia. Salah satunya dengan Universitas Borobudur (UNBOR) Jakarta Timur.

”Ini merupakan awal kerjasama. Ke depan akan dilanjutkan dengan kerjasama lain dengan PTS lainnya. Bersama UNBOR, ini bentuk kerjasama kami di bidang pengabdian masyarakat. Selanjutnya akan ada kerjasama di bidang lain, kami sudah ada MOU di bidang pengajaran, penelitian, dan pengabdian,” sambungnya.

Dalam kegiatan pengabdian masyarakat, FH UNSA memberangkatkan 22 dosen dan 110 mahasiswa untuk ikut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Selama dua hari satu malam, para dosen dan mahasiswa tinggal dan hidup bersama penduduk setempat untuk lebih dalam mempelajari hukum adat di sana. (aya/nik)

(rs/aya/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia