Selasa, 10 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Solo
Inovasi Peternakan

Manajemen Pakan Dongkrak Bobot Sapi

17 September 2018, 18: 10: 59 WIB | editor : Perdana

MAJU: Peternak di Kenteng, Nogosari, Boyolali dapat pendampingan dari LPPM UNS.

MAJU: Peternak di Kenteng, Nogosari, Boyolali dapat pendampingan dari LPPM UNS. (SEPTINA FADIA/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Kelompok peternak sapi potong di Desa Kenteng, Kecamatan Nogosari, Kabupaten Boyolali sukses menerapkan manajemen pakan sehingga sapi potong mereka mengalami peningkatan bobot. Manajemen pakan tersebut dikembangkan Pusat Penelitian dan Pengembangan Pangan Gizi dan Kesehatan Masyarakat LPPM Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta.

Langkah ini menjadi titik terang bagi petani ternak untuk memenuhi pasokan kebutuhan daging di pasar. Karena Desa Kenteng salah satu yang dijadikan contoh untuk pengembangan sapi potong di Jawa Tengah.

“Sebelumnya peternak menghadapi permasalahan produktivitas ternak sapi potong cukup rendah dikarenakan manajemen pakan yang kurang memenuhi persyaratan,” beber koordinator tim,  Sudiyono kepada Jawa Pos Radar Solo, kemarin.

Terkait persoalan itu, lanjutnya, tim menawarkan solusi yakni manajemen pakan dan manajemen pemeliharaan untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan peternak. Peternak juga diberikan pelatihan penyusunan formulasi ransum pakan dan jerami padi fermentasi serta dibantu pengadaan mesin pemotong rumput (chooper). Melalui kegiatan itu kesejahteraan petani ternak diharap bisa terangkat.

Dengan Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM) yang didanai Kemenristekdikti tahun anggaran 2018, tim menggandeng mitra Kelompok Tani Ternak (KTT) Sumber Makmur. Kemudian KTT Taruban Mulyo, dan KTT Ngudi Mulyo. Setelah mengembangkan manajemen pakan dalam tiga bulam terjadi kenaikan bobot sapi.

“Sapi milik anggota KTT di tempat percontohan atau demplot dalam tiga bulan terjadi peningkatan bobot badan,” kata Sudiyono.

Kenaikan bobot itu menjawab persoalan yang dihadapi peternak bahwa produktivitas ternak sapi potong cukup rendah. Salah satu penyebabnya manajemen pakan yang kurang memenuhi persyaratan. (aya/bun)

(rs/aya/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia