Rabu, 17 Oct 2018
radarsolo
icon featured
Sragen

BNNP Jateng Ringkus Dua Anggota Jaringan Pengedar

Selasa, 18 Sep 2018 14:19 | editor : Perdana

BNNP Jateng Ringkus Dua Anggota Jaringan Pengedar

SRAGEN - Dua anggota jaringan pengedar narkotika diringkus petugas Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah. Peredaran narkotika jenis sabu-sabu ini ternyata dikendalikan oleh seorang narapidana yang mendekam di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas 2A Sragen.

Informasi yang dihimpun, dua orang tersebut masing-masing dengan inisial HP dan IBS, semuanya warga Solo. Diringkus petugas BNNP Jateng saat sedang bertransaksi di sekitar wilayah Kecamatan Jebres, Solo, Jumat (14/9) sekitar pukul 22.30. Barang bukti yang berhasil diamankan sebanyak kurang lebih 50 gram sabu. 

Dari hasil penyelidikan dan pengembangan, jaringan ini dikendalikan oleh seorang narapidana di Lapas Sragen berinisial JP alias Bolot. Selanjutnya, petugas BNNP Jateng berkoordinasi dengan Lapas Sragen dan membawa JP untuk diperiksa. JP diambil petugas petugas BNNP Jateng, pada Sabtu (15/9) pagi sekitar pukul 04.00.

Kepala BNNP Jawa Tengah Muhammad Nur membenarkan adanya pengungkapan tersebut. Namun, pihaknya masih enggan membeberkan secara detail dengan alasan kasus tersebut masih dalam pengembangan.

“Iya, ada kaitanya dengan di situ, mengarah ke sana. Maaf, lain-lain langsung sama Kabid Berantas saya saja. Saya ini masih dalam perjalanan,” ungkapnya saat dikonfirmasi, Senin (17/9) kemarin.

Sementara, Kalapas Sragen Yosef. B Yambise membenarkan adanya satu narapidana yang diambil oleh petugas BNNP Jateng. Napi tersebut diduga memiliki keterlibatan terkait peredaran narkotika. Pihaknya mengetahui hal ini setelah mendapat kabar dari BNNP Jateng.

“Iya, dari pengembangan di Solo itu mereka dapat dikendalikan dari dalam. Kami juga kooperatif membuka diiri. Kemudian saya arahkan mereka ke Lapas. Setelah digeledak diketemukan ada HP,” katanya.

Diduga HP tersebut digunakan sebagai sarana komunikasi terkait keterlibatan dia mengedarkan narkotika. Selanjutnya, HP dan napi bersangkutan telah dibawa petugas BNNP Jateng guna dilakukan pemeriksaan dan pengembangan lebih lanjut.

“Ada HP, sudah kami serahkan orangnya ke BNN untuk didalami. Silakan dikembangkan saya tidak toleransi lagi. Semua informasi temuan harus kita kembangkan kalau itu mengarah ke proses hukum ya silakan. Itu komitmen saya,” tegasnya.

Yosef menyampaikan sangat berterima kasih kepada BNNP Jateng yang telah sigap dan berkoordinasi dalam penanganan kasus ini. Bahkan, ke depan pihaknya akan bekerjasama dan menekan memorandum of understanding (MoU) sebagai bentuk pemberantasan peredaran narkotika.

“Kami tidak bisa bekerja sendiri untuk memutus mata rantai karena kita perlu BNN Polres dan sebagainya,” terangnya. (mha/jpg/bun)

(rs/jpg/per/JPR)

 TOP

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia