Sabtu, 15 Dec 2018
radarsolo
icon featured
Ekonomi & Bisnis

Jamu Tak Terimbas Dolar

18 September 2018, 20: 50: 59 WIB | editor : Perdana

Jamu Tak Terimbas Dolar

SOLO – Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat tak terlalu berdampak pada industri jamu. Sebab bahan baku pembuatan jamu murni dari lokal. Justru momentum ini harus dimanfaatkan industri jamu untuk mendongkrak potensi ekspor.

Wakil Ketua Gabungan Pengusaha (GP) Jamu Jawa Tengah, Agung Sushena menjelaskan, bahan baku jamu hampir 100 persen berasal dari lokal. Hanya satu bahan saja, yakni ginseng yang harus didatangkan dari Korea. Itu pun untuk total produksi, persentasenya sedikit.

”Sedangkan jamu kemasan memang ada bahan yang diimpor. Seperti halnya plastik. Namun tidak ada pengaruh signifikan karena memang harganya tidak naik,” tandas Agung kepada Jawa Pos Radar Solo, kemarin (17/9).

Sayangnya, belum banyak industri jamu di tanah air yang mampu menembus pasar ekspor. ”Sebab kondisinya saat ini jamu yang diekspor secara langsung, jumlahnya tidak sampai 5 persen. Sedangkan 95 persennya masih untuk lokal. Ekspor pun hanya sebatas negara-negara ASEAN,” ujarnya.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Surakarta, Iwan Kurniawan mengatakan, kondisi saat ini berpengaruh pada harga di dalam negeri yang turut merangkak naik. Apalagi banyak komoditas di Indonesia yang bahan bakunya masih impor. ”Maka dari itu, sebenarnya hal ini menjadi tugas kita bersama untuk menstabilkan harga di pasaran agar tidak ikut terkerek naik," tuturnya.

Terpisah, dampak signifikan sangat dirasakan industri batik. Sebab bahan dasar kain katun masih impor dari negara lain. ”Maka dari itu, kita harus berupaya keras untuk menggalakkan produk dan konten lokal. Hal ini supaya tidak terpengaruh dengan bahan baku impor,” imbuhnya.

Sementara itu, di tengah tantangan industri 4.0, pekerja harus memiliki skill yang mumpuni. ”Konsentrasi pada investasi baru ataupun pengembangan industri sudah cukup banyak. Walaupun begitu, perlu adanya strategi lebih untuk terus menumbuhkan geliat produktivitas industri,” tegasnya. (vit/fer)

(rs/vit/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia