Sabtu, 20 Oct 2018
radarsolo
icon featured
Ekonomi & Bisnis

BPR BKK Karangmalang Dorong Ekonomi lewat Kredit Tanpa Agunan

Selasa, 18 Sep 2018 21:30 | editor : Perdana

RAMAH: Pelayanan terhadap nasabah yang dilakukan di PD BPR BKK Karangmalang.

RAMAH: Pelayanan terhadap nasabah yang dilakukan di PD BPR BKK Karangmalang. (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SRAGEN)

SRAGEN – Kontribusi PD Bank Perkreditan Rakyat (BPR) BKK Karangmalang dalam mendorong pertumbuhan perekonomian Sragen patut diacungi jempol. Sejumlah prestasi ditorehkan melalui berbagai capaian dan menunjukkan peningkatan yang signifikan.

Direktur Utama PD BPR BKK Karangmalang H. Raji, menyampaikan, dalam 2018 ini mengalami perkembangan signifikan. Dimana total aset saat ini mencapai Rp 602.955.295.404 atau lebih dari Rp 600 miliar. Termasuk laba sampai Agustus mencapai Rp  13.726.756.622 atau lebih dari Rp 13 miliar. Sedangkan pada 2017 lalu, hingga akhir tahun laba mencapai lebih dari Rp 19 miliar.

Di sisi lain, pembagian setoran deviden kepada pemerintah provinsi juga tidak kecil. Menurut Raji, pada 2017 lalu pihaknya menyerahkan deviden ke pemerintah provinsi Jawa Tengah sebesar Rp 7.729.893.281 atau 58,36 persen. Sedangkan deviden ke pemerintah kabupaten Sragen Rp 3.183.597.234 atau 40.23 persen.

”Kita terus melakukan upaya-upaya perkembangan dan kualitas. Kualitas terus kita perhatikan karena dalam beberapa tahun terakhir non performing loan (NPL) selalu dibawah 3. Targetnya jadi 2,5, namun masih di bulan delapan,” ujarnya.  

Terkait upaya mendorong ekonomi, dilakukan dengan kredit produktif pada Usaha Kecil Menengah (UKM). Karena untuk kredit konsumtif, jumlah pegawai tak bertambah. ”Karena kredit konsumtif bukan tujuan dari peningkatan perekonomian,” bebernya.

Keberadaan PD. BPR BKK Karangmalang soal penghargaan juga sangat membanggakan. Seperti menyabet predikat golden award dari majalah Infobank yang didapat selama 9 tahun berturut-turut. Termasuk 4 tahun terakhir selalu mendapat golden award.

Selain itu, rasio kesehatan bank, dengan kategori aset Rp 500 miliar hingga Rp 1 triliun berada di peringkat ke-2 yaitu berdasarkan statistik Infobank. Kondisi ini naik drastis pada tahun sebelumnya yang berada di peringkat ke-10. Kemudian dari The Finance Jakarta, PD BPR BKK Karangmalang masuk 100 Top BPR dari 1.600 BPR. ”Kita berdasarkan pembagian, masuk 60 besar,” tuturnya.

Saat ini ada beberapa produk yang cukup menarik guna membantu pertumbuhan ekonomi. Yakni program Kredit Sayang Mikro (KSM), kredit tanpa agunan bagi pemilik usaha dengan batasan maksimal Rp 2 juta. Termasuk Kredit Mikro BKK (KMB) dengan bunga 7,5 persen per tahun dengan sasaran Rp 2 juta hingga Rp 25 juta. 

Tak hanya itu, pihaknya juga membantu masyarakat dengan program Kredit BPR BKK Air. Kredit ini untuk mengembangkan air bersih dan sanitasi. Per kelompok bisa mencapai plafon Rp 50 juta tanpa agunan. (din/edy)

(rs/din/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia