Kamis, 18 Oct 2018
radarsolo
icon featured
Karanganyar
Efek Kemarau

Debit Air Baku Menyusut , PUDAM Bimbang 

Selasa, 18 Sep 2018 22:30 | editor : Perdana

STOK RAWAN MENIPIS:  Direktur PUDAM Tirta Lawu Prihanto, melakukan pengecekan terhadap salah satu sumur yang ada di Karanganyar. 

STOK RAWAN MENIPIS:  Direktur PUDAM Tirta Lawu Prihanto, melakukan pengecekan terhadap salah satu sumur yang ada di Karanganyar.  (RUDI HARTONO/RADAR SOLo)

KARANGANYAR – Kekeringan yang terus melanda di sejumlah daerah, diperparah dengan adanya kebakaran hutan di sejumlah bukit di Gunung Lawu yang terjadi beberapa waktu lalu. 

Hal ini menyebabkan belasan hektar lahan perhutani terbakar.

Namun, kondisi kekeringan dan kebakaran hutan yang terjadi di Gunung Lawu, juga berpengaruh terhadap kondisi debit sumber air baku yang digunakan oleh masyarakat di Kabupaten Karanganyar.

Direktur Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PUDAM) Tirta Lawu, Prihanto mengakui kemarau yang saat ini masih terjadi, tidak hanya menyebabkan sejumlah lahan pertanian mengalami kekeringan.

Dirinya menilai kondisi cuaca tanpa munculnya hujan tersebut  mengakibatkan volume air yang dikelola oleh PUDAM Tirta Lawu mengalami penurunan yang cukup signifikan.

”Ada penurunan drastis dari cuaca kemarau dan munculnya titik kebakaran Gunung Lawu kemarin. Dari debit air yang rata-rata perdetiknya itu bisa mencapai 60 liter di lima sumber yang dikelola oleh PUDAM, saat ini masing-masing sumber hanya bisa memproduksi sekitar 15 liter air perdetik,” kata Prihanto.

Lebih lanjut Prihanto tidak hanya pada sumber air. Sejumlah sumur yang dikelola oleh PUDAM Tirta Lawu juga mengalami penurunan produksi air. Yakni perdetiknya hanya bisa memproduksi sekitar 5 liter air perdetik.

”Ada enam sumur dalam yang kami kelola, dan itu juga mengalami penurunan masing-masing hanya bisa memproduksi 5 liter air perdetik, dan imbasnya itu sampai pada ke konsumen yang kecewa pastinya,” imbuhnya.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, saat ini pihaknya sudah melakukan eksploitasi terhadap sejumlah sumber yang dirasa masih memiliki produktivitas air yang cukup.Khususnya untuk kebutuhan sumber air baku, yakni diantaranya ada di Jumog Ngargoyoso, hingga Tengklik Tawangmangu.

”Saya berharap untuk pelanggan PUDAM Tirta Lawu yang memilik tandon air agar menggunakan kesempatan malam hari untuk mengisi tandonnya. Soalnya kalau siang penggunaan air sudah sangat padat, dan kalau ada kebocoran silahkan untuk melapor ke petugas kami,” ucapnya. (rud/nik)

(rs/rud/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia