Rabu, 19 Dec 2018
radarsolo
icon featured
Boyolali

Wabup Serahkan Nota Keuangan

18 September 2018, 23: 05: 59 WIB | editor : Perdana

DICERMATI: Wabup Boyolali, M. Said Hidayat menyerahkan Nota Keuangan ke DPRD Boyolali.

DICERMATI: Wabup Boyolali, M. Said Hidayat menyerahkan Nota Keuangan ke DPRD Boyolali. (TRI WIDODO/RADAR SOLO)

BOYOLALI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali memberikan Nota Keuangan untuk APBD 2019 kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Boyolali, kemarin (17/9). Selanjutnya, legislatif bakal melakukan pencermatan terlebih dahulu. Sebelum menetapkannya menjadi APBD 2019.

Penyerahan nota keuangan disampaikan Wakil Bupati Boyolali, M. Said Hidayat di Sidang Paripurna. Diterima Wakil Ketua DPRD Boyolali, Fuadi. Didampingi Tugiman dan Adi Maryono.

Dalam APBD 2019 ini, Said mengungkapkan struktur Pendapatan Asli Daerah (PAD) dalam APBD Boyolali 2018 direncanakan sebesar Rp 2.226.936.309.000.  Pendapatan Asli Daerah (PAD) Rp 321.872.489.000, Dana Perimbangan Rp 1.450.857.366.000, serta Pendapatan Daerah yang Sah Rp 454.206.454.000.

Belanja Langsung dianggarkan Rp 938.368.576.000. Terdiri dari Belanja Pegawai Rp 56.838.237.000, Belanja Barang dan Jasa Rp 406.229.960.000, serta Belanja Modal Rp 475.300.379.000.

Sedangkan untuk Belanja Tidak Langsung sebesar Rp 1.349.622.847.000 yang terdiri dari Belanja Pegawai Rp 925.574.536.000, Belanja Hibah Rp 43.389.825.000, serta Belanja Bantuan Sosial Rp 13.375.000.000. Kemudian dialokasikan untuk Belanja Bagi Hasil kepada Pemerintah Desa sebesar Rp 12.847.592.000 dan Belanja Bantuan Keuangan kepada Pemerintah Desa dan Partai Politik sebesar Rp 352.435.894.000. ”Dengan membandingkan antara Pendapatan dan Belanja, maka terdapat defisit anggaran belanja sebesar Rp 61.055.114.000,” ungkap Said kepada Jawa Pos Radar Solo. 

Struktur pembiayaan yang diproyeksikan dalam Penerimaan Pembiayaan Daerah sebesar Rp 75.261.114.000. Angka tersebut  terdiri dari Prediksi SILPA Tahun Anggaran 2018 sebesar Rp 75 miliar dan Penerimaan Kembali Pemberian Pinjaman sebesar Rp 261.114.000. Sedangkan Pengeluaran Pembiayaan Daerah tersusun sebesar Rp 14.206.000.000.

”Dengan Struktur Pembiayaan Daerah tersebut terjadi pembiayaan netto sebesar Rp 61.055.114.000. Pembiayaan netto tersebut selanjutnya digunakan untuk menutup defisit anggaran belanja yang terjadi, sehingga tidak terjadi defisit lagi,” papar Said. (wid/fer

(rs/wid/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia