Senin, 27 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Boyolali

BBPOM Jateng: Sejumlah Pasar Belum Terbebas Dari Bahan Berbahaya

19 September 2018, 15: 46: 40 WIB | editor : Perdana

TELITI: Petugas Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Jawa Tengah melakukan pengecekan bahan makanan untuk mengetahui kandungan zat berbahaya.

TELITI: Petugas Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Jawa Tengah melakukan pengecekan bahan makanan untuk mengetahui kandungan zat berbahaya. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Jawa Tengah menyatakan, sejumlah pasar tradisional di Jawa Tengah belum terbebas dari bahan berbahaya. Sebab masih banyak temuan zat-zat berbahaya yang terkandung dalam makanan yang dijual. Seperti diutarakan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BBPOM Jawa Tengah, Zeta Rina Pujiastuti.

Dia menyebut bahan berbahaya yang dimaksud, yakni boraks, formalin, rodhamin, dan methanil yellow. Nah, menekan peredaran bahan-bahan berbahaya, BBPOM Semarang terus berupaya melakukan pengecekan rutin. Agar nantinya pasar tradisional benar-benar bebas dari bahan-bahan berbahaya.

Sejak 2013 lalu, ada sembilan pasar yang ditunjuk sebagai pilot project di Jawa Tengah. Aman dari bahan-bahan berbahaya. Yakni Pasar Sugih Waras Pekalongan, Pasar Bunder Sragen, Pasar Manis Purwokerto, Pasar Kutawinangun Kebumen, Pasar Borobudur Kabupaten Magelang, Pasar Sampangan Semarang, Pasar Bekonang Sukoharjo, dan Pasar Nongko Solo.

Pencanangan pasar aman dari bahan berbahaya, dibarengi dengan upaya deketsi dini dari petugas BBPOM. Komoditas yang disasar yakni ikan asin, daging ayam, daging sapi, serta makanan ringan. Petugas lalu menyampaikan laporan secara berkala kepada instansi terkait.

”Dari deteksi yang dilakukan petugas, memang tidak bebas atau zero dari bahan berbahaya. Namun tingkat kebersihan dan keamanan pasar tradisional dari bahan-bahan berbahaya cenderung naik,” papar Zeta kepada Jawa Pos Radar Solo, kemarin (18/9).

Kepala Subdirektorat Pemberdayaan Pelaku Usaha Badan POM RI, Dyah Sulistyorini menambahkan, bahwa untuk menjadikan pasar tradisional sehat dan bersih serta aman dari bahan berbahaya, perlu adanya kerjasama dari berbagai pihak. Tidak bisa BPOM melakukan pengawasan sendiri untuk memantau makanan yang layak. 

Apalagi sebenarnya secara regulasi BPOM juga sudah bekerja sama dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk menerbitkan regulasi mengenai pasar sehat. Di mana nantinya pasar sehat ini aman dan bebas dari bahan-bahan yang berbahaya. ”Kami sudah buat regulasi bersama dengan Kemendagri yakni melalui Peraturan Bersama No. 43 tahun 2014,” ucapnya.

Rencananya, program ini akan disosialisasikan ke berbagai wilayah secara meluas. ”Supaya nantinya program pasar aman dari bahan berbahaya ini bisa tersosialisasikan dengan baik," tandasnya. (vit/fer

(rs/vit/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia