Minggu, 26 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Solo

KPUD Solo Tetapkan 469 Caleg

22 September 2018, 12: 55: 59 WIB | editor : Perdana

RESMI: KPUD Surakarta memberikan SK penetapan DCS di kantor KPUD setempat.

RESMI: KPUD Surakarta memberikan SK penetapan DCS di kantor KPUD setempat. (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO - Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Surakarta mengumumkan hasil daftar calon tetap (DCT) anggota DPRD Kota Solo kemarin (21/9). Sebanyak 469 calon anggota legislatif (caleg) bakal berebut 45 kursi DPRD Kota Surakarta. 

Berdasar SK penetapan DCT nomor 45/PL.01.4-Kpt/3372/KPU-Kot/2018, terlampir 14 partai politik dipastikan ikut Pemilu 2019 mendatang. 

“KPU telah mendapatkan persetujuan dari parpol soal nama, titel, dan foto para caleg. Ia mengatakan DCT sebenarnya sudah ditetapkan pada Kamis (20/9). Tapi SK DCT kami sampaikan kepada peserta Pemilu 2019 Jumat (21/9) ini,” jelas Ketua KPU Solo Kajad Pamuji Joko Waskito usai kegiatan.

Selanjutnya, pihaknya akan mempublikasikan DCT melalui media cetak, radio, dan online selama tiga hari berturut-turut pada Jumat-Minggu (23/9). Tujuannya agar masyarakat bisa mengenal caleg atau calon wakil rakyat mereka untuk periode yang akan datang. 

“Kota Solo menjadi salah satu wilayah yang tidak mengalami kendala dalam penetapan DCT,” kata Kajad.  

Komisioner KPU Solo Divisi Hukum, Pencalonan, dan Kampanye, Nurul Sutarti menambahkan, sesuai amanat KPU RI, pihaknya perlu menjelaskan beberapa hal karena ada banyak pertanyaan, khususnya putusan Mahkamah Agung (MA) terkait bacaleg mantan koruptor. 

“Bacaleg mantan koruptor yang diproses KPU adalah bacaleg yang mengajukan permohonan kepada Bawaslu dan permohonannya dikabulkan. Kami tegaskan bahwa Solo bebas masalah tersebut,” kata Nurul. 

Dijelaskan Nurul, dari proses pendaftaran hingga DCS, ada satu parpol yang menggunakan haknya untuk memperjuangkan bacaleg jadi DCS yaitu Partai Nasdem. Menurut dia, Nasdem mengajukan perbaikan gelar dan memperjuangkan satu bacaleg yang sebelumnya dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS) karena kekurangan syarat keterangan dari Pengadilan Negeri (PN) Sragen. 

“Dalam putusan mediasi oleh Bawaslu Solo, caleg TMS bisa menyusulkan syarat. Namun setelah ada perubahan DCS, bacaleg itu kemudian bisa ditetapkan jadi DCT,” beber Nurul.

Selain itu, ada juga satu parpol yang dua bacalegnya mengundurkan diri seperti Partai Hanura. Alasannya karena keduanya adalah bacaleg perempuan tidak memengaruhi batas minimum presentasi kuota perempuan. Karena itu parpol terkait tak boleh menggantikan dengan kandidat lain. 

“Jadi dengan SK ini semuanya sudah tetap. Mulanya ada 483 calon saat pendaftaran, lalu ada 13 TMS, kemudian satu caleg TMS lolos, dan dua bacaleg mundur. Jadi jumlah calon dalam DCT adalah 469 orang,” tutup Nurul. (ves/bun)

(rs/ves/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia