Rabu, 17 Oct 2018
radarsolo
icon featured
Karanganyar

Program Keluarga Harapan Tak Pakai Beras Bulog

Sabtu, 22 Sep 2018 19:55 | editor : Perdana

BANTU SESAMA: Bupati Karanganyar Juliyatmono salurkan bantuan PKH.

BANTU SESAMA: Bupati Karanganyar Juliyatmono salurkan bantuan PKH. (RUDI HARTONO/RADAR SOLO)

KARANGANYAR – Beras Bulog tidak dipakai dalam program keluarga harapan (PKH) melalui e-warung yang menyasar sebanyak 56.802 keluarga penerima manfaat (KPM). Ada beberapa pertimbangan yang melandasi kebijakan tersebut.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Karanganyar Agus Heri Bindarto menuturkan, pertimbangan tersebut antara lain ingin lebih memberdayakan masyarakat.

“Berasnya dari suplier bentukan pemerintah. Sudah ada kerja sama,” terang Agus Heri Bindarto kemarin.

Ditambahkannya, program PKH dari Kementerian Sosial sudah berjalan mulai Juli dan ditargertkan hingga Desember. Per bulan, pemerintah menyediakan sekitar 500 ton beras dijual ke sejumlah pengelola e-warung yang telah ditunjuk pemerintah.

“Ada sekitar 54 suplier yang sudah dibentuk. Mereka harus menyediakan sekitar 500 ton beras untuk PKH. Masing-masing penerima bantuan mendapatkan sekitar delapan kilogram beras,” kata dia.

Kepala gudang Bulog Triyagan Fanny Farory menuturkan, pihaknya tidak berwenang memberikan penyataan terkait tidak dipakainya beras bulog dalam PKH. Semua kebijakan ada di Sub Divre Bulog di Kecamatan Colomadu. (rud/wa)

(rs/rud/per/JPR)

 TOP

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia