Sabtu, 15 Dec 2018
radarsolo
icon featured
Solo

Pemda Diminta Terus Komitmen Siapkan Air dan Pangan

22 September 2018, 21: 25: 59 WIB | editor : Perdana

KOMITMEN MEMBANGUN: Forum Konsultasi Publik RPJMD Provinsi Jateng 2018-2023 di The Alana Hotel and Convention Center-Solo, Jumat (21/9).

KOMITMEN MEMBANGUN: Forum Konsultasi Publik RPJMD Provinsi Jateng 2018-2023 di The Alana Hotel and Convention Center-Solo, Jumat (21/9).

SOLO – Pembangunan di berbagai sektor di Jateng masih menjadi tantangan dan permasalahan ke depan yang tidak ringan. Terutama peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), pemenuhan kekebutuhan air, penanganan sampah, serta persoalan lingkungan hidup.

Hal ini mengemuka pada Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Jawa Tengah 2018-2023. Di The Alana Hotel and Convention Center-Solo, Jumat (21/9). Hadir dalam rapat tersebut, Wakil Gubernur Jawa Tengah, H. Taj Yasin Maimoen, Sekda Jateng, Dr. Ir. Sri Puryono KSMP, bupati/wali kota, tokoh masyarakat, tokoh agama, LSM, komunitas difabel, serta elemen masyarakat lainnya.

Hadir sebagai narasumber, Direktur Sinkronisasi UPD 1, Dirjen Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri, Drs. Nyoto Suwignyo MM dan Deputi Bidang Pengembangan Regional Kementerian PPN/Kepala Bappenas, Rudi S. Prawiradinata.

Sri Puryono mengatakan, selain menanggulangi kemiskinan dan pengangguran, Jateng ke depan akan lebih memperhatikan persediaan air. Selain itu, penanganan dan pengelolaan sampah terbatas, serta penanganan persoalan lingkungan lainnya guna mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

”Kita (Jateng) krisis air, darurat sampah, dan lingkungan hidup. Masyarakat belum bisa memanfaatkan air permukaan. Maka jangan sampai masyarakat Jawa Tengah kekurangan air. Sehingga program 1.000 embung tahun depan terus ditingkatkan, rehabilitasi lahan krisis, vegetatif diperbaiki, serta upaya perbaikan embung,” kata Sekda usai rapat.

Melalui forum ini, lanjut dia, penyempurnaan draft RPJMD 2018-2023 yang sudah disusun bersama para pakar dan ahli. Supaya berimbang dari pakar dan secara tenokratik. Dia berharap adanya masukan, kritik, maupun saran dari masyarakat dan stakeholder yang hadir.

”Dengan demikian kita mengetahui apa yang diinginkan masyarakat pada kepemimpinan Ganjar Pranowo-Taj Yasin lima tahun ke depan. RPJMD yang disusun ini menjadi RPJMD kita bersama. Jangan sampai ada anggapan RPJMD ini hanya rencana gubernur dan wakil gubernur serta parpol pendukung,” pintanya.

Nyoto Suwignyo dalam paparannya mengatakan, isu lingkungan harus menjadi perhatian pemerintah daerah dalam penyusunan RPJMD. Paling tidak menyiapkan air dan pangan untuk kebutuhan masyarakat di masa depan. ”Jateng pun harus sudah menyiapkan ini. Sumber air kelihatannya melimpah, ternyata persediaan air di Jateng kurang. Terpaksa harus memafaatkan air dalam tanah karena debit air di waduk-waduk menyusut,” paparnya.

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo melalui Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin menjelaskan, RPJMD Jateng untuk lima tahun ke depan diharapkan menjadi lebih baik dan makin menyentuh kepentingan masyarakat. Sehingga seluruh kegiatan pembangunan yang dilaksanakan, mampu menciptakan kesejahteraan bagi rakyat Jateng.

”Ada tantangan baik global maupun nasional yang harus kita sikapi dengan baik. Ada permasalahan dan isu strategis yang harus menjadi perhatian bersama. Maka kemudian penting kita memberikan skala prioritas pembangunan untuk lima tahun kedepan,” bebernya. (ser/fer)

(rs/gis/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia