alexametrics
Rabu, 03 Mar 2021
radarsolo
icon-featured
Features
Prostitusi Di Kawasan Sekolah

Rawan Jadi Kebiasaan, Benteng di Keluarga

24 September 2018, 12: 30: 59 WIB | editor : Perdana

Rawan Jadi Kebiasaan, Benteng di Keluarga

Share this      

Maraknya bisnis esek-esek di sekitar lingkungan pendidikan, Pakar Pendidikan Sutoyo menilai bahwa segala jenis praktik prostitusi sangat bertentangan dengan norma yang ada di masyarakat. Apalagi jika hal itu ada di sekitar lingkungan pendidikan. Hal ini perlu jadi perhatian khusus, mengingat apa yang dilihat setiap hari bisa jadi pemicu sebuah tindakan di hari kemudian.  

“Korelasinya jelas, kegiatan yang diulang-ulang setiap hari akan menimbulkan sebuah kebiasaan. Jika hal yang dimaksud adalah sebuah kegiatan yang tidak baik, moral generasi ini yang dipertaruhkan,” kata Sutoyo.

Menurut dia, praktik prostitusi sangat bertentangan dengan norma masyarakat yang cenderung memberikan batasan-batasan dalam bertindak. Karena itu perlu tindakan tegas untuk mengatasi berbagai hal berbau prostitusi tersebut, yakni dengan pengawasan, bahkan tindakan penutupan lokasi atau kawasan tempat berkembangnya prostitusi. 

“Jika ada pelajar yang seperti itu, perlu diambil tindakan. Mau bagaimanapun juga sekolah adalah institusi pendidikan yang membekali siswanya agar lebih baik. Maka dari itu pendidikan moral perlu lebih ditingkatkan,” jelas dia.

Dirinya tidak menyalahkan keberadaan sekolah yang ada di sekitar lingkungan rawan prostitusi, mengingat tata letak kota yang sudah sedemikian penuh. Karena itu, dirinya lebih mendorong untuk ketegasan aparat dalam memberantas praktik prostitusi, khususnya yang ada di sekitar lingkungan pendidikan. 

“Pada dasarnya sekolah itu harus berdiri di lokasi steril. Tapi jika sudah seperti ini, maka pemberantasan prostitusinya yang perlu didorong. Tinggal seberapa serius aparat dan pemerintah mengatasi hal ini,” tegas Sutoyo. 

Semangat itu harus didasari dengan keinginan untuk mengubah stigma buruk yang terlanjur melekat pada suatu kawasan menjadi lebih bermartabat.

Ia juga mendorong agar sekolahan yang ada di lingkungan rawan seperti itu berkoordinasi dengan lingkungan setempat. Paling tidak hal ini bisa untuk memagari agar siswa yang bersekolah tidak terpapar dampak buruk suatu lingkungan. Sebab, apa yang mereka lihat saat ini dapat menjadi pemicu tindakan di kemudian hari. 

“Misal seorang anak SD sudah dididik di sekolah, tapi saat keluar sekolah mereka melihat berbagai hal tak pantas. Di sana akan menimbulkan kontradiktif dalam pikiran anak itu tentang mana yang baik dan benar,” beber wakil rektor III Universitas Slamet Riyadi Solo ini.

 Karena itu, yang harus ditingkatkan adalah pendidikan moral di sekolah dan lingkungan setempat. Namun yang paling baik adalah semua bisa diawali dari lingkungan keluarga sendiri. Sebab, ketahanan keluarga merupakan cara efektif untuk membentengi dari hal-hal yang tidak baik. (ves/bun)

(rs/ves/per/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news