Minggu, 16 Dec 2018
radarsolo
icon featured
Boyolali

Alat Berat Bersihkan Sampah Sungai Gandul

27 September 2018, 18: 05: 59 WIB | editor : Perdana

CEPAT: Alat berat di Sungai Gandul, Cepogo, kemarin.

CEPAT: Alat berat di Sungai Gandul, Cepogo, kemarin. (TRI WIDODO/RADAR SOLO)

BOYOLALI – Kesadaran masyarakat untuk tidak mencemari sungai masih rendah. Terbukti, sungai di sejumlah wilayah di Boyolali tercemari sampah. Termasuk Sungai Gandul di Kecamatan Cepogo. Banyak warga dari luar daerah yang nekat membuang sampag di sungai ini.

Alhasil selain menyebabkan penyumbatan, sampah-sampah ini sering menimbulkan bau tak sedap. Tak ingin masalah terus berlarut, warga sekitar berinisiatif membersihkannya, kemarin (25/9). Dengan peralatan sederhana, dibantu sebuah alat berat.

Alat berat ini merupakan inisiatif Camat Cepogo, Isnan Adi Asmono. Dalam waktu singkat, berton-ton sampah berhasil diangkat dari sungai. Sampah-sampah ini lalu diangkut ke truk untuk dibuang di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Winong, Boyolali Kota.

Sujud, 65, warga setempat mengaku pelaku pembuang sampah dari luar daerah. Mereka membuang sampah pada malam atau dini hari. Sampah pun akhirnya menggunung dan menimbulkan bau menyengat. ”Pembuangan sampah mulai marak setelah jalur Paras-Cepogo, Kecamatan Musuk jadi jalur evakuasi bencana erupsi Gunung Merapi sejak 2010 lalu,” katanya kepada Jawa Pos Radar Solo.

Jalan ini jadi jalur alternatif warga yang akan pergi ke Pasar Cepogo dan Pasar Kota Boyolali. Diduga saat melintas itu, mereka membung sampah dari atas jembatan. ”Kami mengharap kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah di sungai. Kami juga berharap Pemerintah Desa Paras membuat perdes tentang pembuangan sampah,” ujar Sujud.

Camat Cepogo, Insan Adi Asmono mengajak masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan. Salah satunya tidak membuang sampah di sembarang tempat seperti di sungai. Selain memicu pencemaran, juga bisa menyebabkan banjir saat musim penghujan datang.

”Kini disepakati di Jembatan Paras dipasang jaring. Untuk menghalangi warga membuang sampah di sana. Lokasi itu juga dijaga pemuda. Juga disediakan kontainer tempat sampah,” terang Insan.

Pihaknya juga meminta seluruh Pemerintah Desa di Cepogo menyiapkan tempat sampah di setiap rumah warga. Lalu sampah dibuang ke TPS yang disediakan desa. Sampah itu lalu diangkut secara periodik ke TPA Winong, Boyolali Kota. (wid/fer)

(rs/wid/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia