Selasa, 17 Sep 2019
radarsolo
icon featured
Sragen

Ibu Persit Kodim 0725 Sragen Lestarikan Batik Masaran

27 September 2018, 18: 12: 12 WIB | editor : Perdana

PERLU TELATEN: Istri tentara yang berdinas di Kodim 0725/Sragen saat belajar membatik di Desa Kliwonan Masaran.

PERLU TELATEN: Istri tentara yang berdinas di Kodim 0725/Sragen saat belajar membatik di Desa Kliwonan Masaran. (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SOLO)

Share this      

SRAGEN – Batik khas Sragen memang perlu dilestarikan. Selain karena punya corak yang istimewa, batik bukan sekedar sebagai hasil karya semata. Lebih dari itu, batik adalah identitas, sekaligus bagian dari jati diri bangsa Indonesia.

Maka dari itu sejumlah emak-emak berupaya melestarikan batik khas Sragen. Namun mereka bukan emak-emak biasa, para emak-emak ini adalah para istri tentara yang berdinas di Kodim 0725/Sragen.

Dipimpin Ketua Persit Kodim 0275/Sragen Dita Camas Prasetyo sejumlah ibu-ibu belajar membatik di Desa Kliwonan Masaran. Sebagai pemula, tentu tak mudah, karena proses membatik membutuhkan keuletan dan ketekunan. Namun mereka cepat belajar dan menyesuaikan diri untuk bisa menggambar menggunakan cating.

Salah satu pemilik gerai batik, Wiwin Muji Lestari mengungkapkan mempelajari batik tentu tak mudah. Sama seperti melukis, jika seseorang memiliki bakat maka akan menjadi lebih bagus untuk menyelesaikannya lebihcepat. ”Saya mempelajari batik sejak masih kecil. Kalau masyarakat yang belajar tergantung dari niatnya. Ada yang ingin produksi buka usaha atau sekedar belajar,” ujarnya.

Wiwin menyebut batik adalah ilmu terapan sehingga tak perlu banyak teori, tetapi bisa langsung praktik. Keterampilan menggunakan canting dan menggoreskannya di atas kain juga tergantung pada bakat seni perindividunya. (din/nik)

(rs/din/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia