Senin, 09 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Wonogiri

Pasar Hewan Purwosari 4 Tahun Mangkrak

27 September 2018, 19: 25: 59 WIB | editor : Perdana

MERANA: Kondisi Pasar Hewan Purwosari yang tidak terurus.

MERANA: Kondisi Pasar Hewan Purwosari yang tidak terurus. (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)

Share this      

WONOGIRI – Pasar hewan Desa Purwosari, Kecamatan Wonogiri Kota mangkrak sejak 2014. Anggaran pembangunan bantuan dari pemerintah pusat belum pernah digunakan untuk revitalisasi. 

Pantauan Jawa Pos Radar Solo, pasar hewan di Dusun Sumbersari, Desa Purwosari, Kecamatan Wonogiri Kota sudah terpasang palang besi untuk tambatan hewan ternak. Bangunan los pasar juga sudah berdiri tapi tampak jarang terjamah. Itu terlihat dari banyaknya semak belukar di sekitarnya.

Di tepi pasar hanya berdiri satu bangunan kios kelontong yang tidak begitu ramai pembeli. Tepat dibelakang bangunan los pasar terdapat lapak jasa pandai besi yang tidak setiap hari beroperasi. 

"Dibangun sejak 2014 tapi sampai sekarang belum pernah beroperasi," ujar warga setempat yang namanya enggan dikorankan, Rabu (26/9).

Menurut sumber tersebut, lahan untuk pasar hewan sekitar 4.000 meter persegi itu sebelumnya milik Sukatsih, warga Gondangkulon, Desa Purwosari, Kecamatan Wonogiri Kota. Kemudian terjadi tukar guling dengan tanah kas desa. Kini Sukatsih menggarap tanah kas desa. 

Kepala Bidang Pasar Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan Agus Suprihanto menjelaskan, yang lebih paham terkait pasar hewan tersebut adalah dinas kelautan, perikanan, dan peternakan (Dislapernak) Wonogiri. 

"Maaf, informasi mengenai Pasar Hewan Purwosari silakan ke dislapernak," ujarnya lewat pesan singkat. 

Sayangnya, ketika mendatangi dislapernak, Jawa Pos Radar Solo tidak menemukan jawaban pasti. Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dislapernak Heru Sutopo sedang tugas ke Semarang. Sedangkan Kepala Bidang Peternakan Sutardi menyebut pembangunan pasar hewan itu dilakukan pemerintah desa dengan dana dari pusat. 

"Proyeknya bukan dari kami, sehingga kami tidak mempunyai kewenangan apapun," ungkap dia.

Terpisah, Camat Wonogiri Kota Slameto Sudibyo menduga ada masalah dengan tukar guling. "Saya juga cuma mendengar masih ada permasalahan dengan tukar gulingnya. Sehingga tidak berani berlanjut, Dislapernak pun juga tidak berani memback-up karena legalitas tanahnya belum selesai," terangnya. 

Hal tersebut diamini Kepala Desa Purwosari Kadris. Tapi, saat ini proses tukang guling tanah kas desa sudah klir tinggal menunggu proses sertifikat tanah. Sebelum ada legalitas, pihaknya tidak bisa melanjutkan pembangunan Pasar Hewan Purwosari. 

"Bertahun-tahun sudah mengurus ke provinsi berkasnya hilang. Lalu kita mengurus berkas lagi provinsi, tapi tidak bisa mengambil keputusan harus ke kementerian (Kemendagri)," katanya. 

Ditambahkan Kadris, anggaran pembangunan pasar hewan menggunakan bantuan pemerintah pusat. Tapi, dia enggan menyebut nominalnya. Sedangkan sarana prasarana yang masih kurang di antarnaya lahan parkir. 

"Kami mau menganggarkan dari dana desa juga tidak bisa karena belum klir legalitasnya. Nah, sekarang sudah klir, tinggal mengurus sertifikat. Kalau sertifikat sudah klir, secepatnya akan kita anggarkan dari dana desa (untuk melanjutkan pembangunan pasar hewan, Red)," pungkas Kadris. (kwl/wa)

(rs/kwl/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia