Minggu, 26 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Solo

Peralatan Gedung Wayang Orang Butuh Peremajaan

04 Oktober 2018, 17: 28: 43 WIB | editor : Perdana

TERKATEGORI BCB: Gedung wayang orang Sriwedari yang akan direvitalisasi.

TERKATEGORI BCB: Gedung wayang orang Sriwedari yang akan direvitalisasi. (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Pemain wayang orang Sriwedari berharap revitalisasi gedung wayang orang (GWO) tak sebatas menyentuh bangunan fisik. Tapi juga alat pertunjukan yang telah berumur.

Koordinator wayang orang Sriwedari Agus Prasetyo mengatakan, untuk peralatan musik tradisional, di antaranya gamelan masih terawat dengan baik. 

“Meski tua, suara gamelan tetap merdu. Gamelan ini dibuat dari bahan terbaik oleh maestro gamelan. Perawatan hanya nglaras (menyetel nada agar tetap stabil, Red)," jelasnya kemarin (3/10).

Namun, untuk sarana prasarana pendukung lainnya, di antaranya kostum, perlu diperbarui mengingat intensitas pemakaiannya sangat tinggi. "Pentas dilakukan setiap hari. Dari Senin sampai Sabtu cukup ramai. Maklum, tiketnya pun sangat terjangkau mulai Rp 7.000 hingga Rp 10.000," kata Agus.

Sentuhan lainnya dibutuhkan untuk lampu panggung, AC, alat pukul gamelan, papan kayu penyangga alat musik, dan lainnya. "Beberapa (bagian kayu, Red) keropos. Dana perawatan biasanya diajukan per tahun sesuai kebutuhan,” ungkap dia.

Merespons keinginan pelaku seni wayang orang, Kepala Dinas Pariwisata Kota Surakarta Hasta Gunawan meminta mereka tidak perlu khawatir soal revitalisasi gedung wayang orang. Sebab, bangunan tersebut akan dibangun dengan standar Internasional. Di antaranya mampu menampung lebih banyak penonton. 

"Jelas bukan hanya pembangunan gedung yang dioptimalkan. Nanti peralatan pentas juga akan dibenahi dan dilengkapi jika perlu. Tapi, untuk sementara kita menunggu penataan kawasan ini selesai agar upaya promosi bisa dilakukan secara menyeluruh," kata dia. (ves/wa)

(rs/ves/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia