Kamis, 18 Oct 2018
radarsolo
icon featured
Travelling

Wawancara Ekslusif dengan Sosok di Balik Pelestarian Situs Sangiran

Jumat, 05 Oct 2018 07:00 | editor : Fery Ardy Susanto

Kepala BPSMP Sangiran, Drs. Muhammad Hidayat

Kepala BPSMP Sangiran, Drs. Muhammad Hidayat (DOK.PRIBADI)

BALAI Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran adalah Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Membidangi pelestarian situs manusia purba di Indonesia. Sejak menjalankan tugas dan di 2009, BPSMP Sangiran telah mengalami perkembangan yang menggembirakan dalam pelaksanaan tugas pelestarian cagar budaya situs manusia purba baik secara kualitas maupun kuantitas.

Hal ini terlihat dari kondisi keterawatan situs, pengembangan nilai penting bagi ilmu pengetahuan. Juga semakin dikenalnya situs manusia purba ini oleh masyarakat luas. Keberhasilan ini tidak lepas dari peran institusi BPSMP Sangiran sebagai pengelola pelestarian situs manusia purba.

Di sela kesibukan yang padat, Kepala BPSMP Sangiran, Drs. Muhammad Hidayat meluangkan waktu untuk memberikan informasi pentin. Terkait aktivitas BPSMP Sangiran. Berikut hasil wawancaranya:

Apakah BPSMP Sangiran itu, dan tugasnya seperti apa?

BPSMP Sangiran adalah Balai Pelestarian Situs Manusia Purba Sangiran. Salah satu Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. BPSMP Sangiran ini secara khusus diberikan tugas untuk melaksanakan pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatan situs manusia purba, tidak hanya di Sangiran saja, melainkan juga di seluruh wilayah Indonesia yang memiliki situs sejenis dengan Sangiran. Yaitu situs-situs sezaman dan berasal dari Kala Plestosen.

Langkah-langkah apa yang dilakukan oleh BPSMP Sangiran untuk melaksanakan tugas tersebut?

Di dalam melaksanakan tugas-tugas tersebut, BPSMP Sangiran memiliki dokumen yang menjadi arah dalam pencapaian tujuan organisasi. Dokumen tersebut adalah Renstra, yakni Rencana Strategis BPSMP Sangiran yang berisi target-target jangka panjang. Disertai langkah-langkah serta program dan kegiatan apa yang akan dilakukan untuk mencapai target-target yang telah ditentukan. Target dan langkah disusun secara terukur dan disertai rencana aksi untuk merealisasikan target-target tersebut. Tentu saja di dalamnya terdapat visi dan misi organisasi.

 Kegiatan apa saja yang dilakukan BPSMP Sangiran untuk mewujudkan visi misi tersebut?

Dalam melaksanakan tugas tersebut, Balai Pelestarian Situs Manusia Purba Sangiran menyelenggarakan fungsi: penyelamatan dan pengamanan situs manusia purba, penentuan zonasi situs manusia purba, perawatan dan pengawetan situs/fosil manusia purba, melaksanakan pengembangan situs manusia purba, melaksanakan pemanfaatan situs manusia purba, melaksanakan dokumentasi dan publikasi situs manusia purba, melaksanakan kemitraan di bidang pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatan situs manusia purba, fasilitasi pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatan situs manusia purba. Serta melaksanakan urusan ketatausahaan Balai Pelestarian Situs Manusia Purba Sangiran.

Drs. Muhammad Hidayat merupakan arkeolog berpengalaman di bidang penelitian dan pelestarian cagar budaya. Karir peneliti diawali saat bertugas di Balai Arkeologi Jogjakarta pada 1990. Kemudian di 2009, mengemban tugas baru sebagai Kepala Seksi Pengembangan di Balai Pelestarian Situs manusia Purba Sangiran.

Selama kurang lebih 8 tahun di dunia penelitian situs manusia purba, beliau diangkat sebagai Kepala BPSMP Sangiran pada Desember 2017 hingga sekarang. Tugas-tugas berat pelestarian situs manusia purba berada di pundaknya saat ini. Tidak hanya menangani Situs Sangiran namun situs-situs sejenis yang tersebar di seluruh Indonesia, seperti Situs Semedo, Patiayam, Trinil, Ngawi, Ngandong, Bumiayu, dan bahkan hingga ke Sulawesi Selatan.

Program apa yang dilakukan BPSMP Sangiran?

Balai Pelestarian Situs Manusia Purba Sangiran melaksankan program penyelamatan dan pengamanan situs manusia purba, penentuan zonasi situs manusia purba, perawatan dan pengawetan situs/fosil manusia purba, melaksanakan pengembangan situs manusia purba, melaksanakan pemanfaatan situs manusia purba, melaksanakan dokumentasi dan publikasi situs manusia purba, melaksanakan kemitraan di bidang pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatan situs manusia purba, fasilitasi pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatan situs manusia purba serta melaksanakan urusan ketatausahaan Balai Pelestarian Situs Manusia Purba Sangiran.

Program-program tersebut dilaksanakan menjadi kegiatan yang dilaksanakan oleh unit kerja-unit kerja di BPSMP Sangiran., yaitu Seksi Pelindungan, Seksi Pengembangan, dan Seksi Pemanfaatan. Untuk pendukungan seluruh kegiatan di seksi-seksi tersebut. Sub bagian TU melaksanakan tugas-tugas bersifat administrasi.

Bagaimana implementasi program tersebut dalam kegiatan?

Dari Seksi Pelindungan, kita telah melakukan penyelamatan fosil di berbagai daerah berdasarkan laporan warga, melaksanakan bantuan teknis konservasi fosil, zonasi situs dan lain sebagainya. Kami pun melakukan bimbingan terhadap warga untuk mengetahui penanganan temuan fosil yang benar melalui kegiatan Workshop Konservasi Fosil. Ini adalah upaya untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dan melibatkan mereka secara nyata dalam konservasi temuan fosil.

Di Seksi Pengembangan, kegiatan yang dilakukan adalah penelitian untuk menggali potensi-potensi cagar budaya di situs-situs manusia purba. Kegiatan ini meliputi survei, ekskavasi, dan penelitian sosial. Hasil yang dicapai adalah data arkeologis, data geologis, potensi masyarakat yang semuanya diananlisis untuk menemukan kesimpulan dan rekomendasi dalam bingkai kajian. Seksi Pemanfaatan menitikberatkan pada kegiatan peningkatan pemahaman masyarakat akan nilai penting situs manusia purba, penyebaran informasi, dan literasi. Kegiatan yang dilaksanakan adalah sosialisasi, pameran keliling, pemutaran film melalui bioskop keliling, pengelolaan display museum, dan penerbitan buku-buku tentnag situs manusia purba.

Mengakhiri wawancara, Drs. Muhammad Hidayat menyampaikan harapan ke depan agar seluruh pihak dapat berperan dalam pelestarian situs-situs manusia purba di Indonesia. Kesadaran dan kemauan untuk terlibat sangat penting karena BPSMP Sangiran tidak akan mampu melaksanakan tugas sendiri. (adv)

(rs/fer/fer/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia