Sabtu, 25 May 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Sekarang Daftar Gugatan Bisa Lewat Online

06 Oktober 2018, 08: 10: 59 WIB | editor : Perdana

TEROBOSAN: Aplikasi e-court semakin memudahkan masyarakat mendaftarkan gugatan ke pengadilan.

TEROBOSAN: Aplikasi e-court semakin memudahkan masyarakat mendaftarkan gugatan ke pengadilan. (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

SOLO – Bagi masyarakat yang akan mengajukan gugatan kini tidak harus ribet wira-wiri ke pengadilan. Mereka bisa mendaftar secara online lewat e-court atau peradilan elektronik. Konsep ini merupakan terobosan Mahkamah Agung (MA) untuk memangkas birokrasi dalam berperkara di pengadilan. 

Pengadilan Negeri (PN) Surakarta menjadi satu-satunya pengadilan tingkat pertama yang ditunjuk sebagai pilot project penerapan e-court ini. 

Kepala Pengadilan Negeri Solo Dwi Tomo menjelaskan bahwa e-court merupakan terobosan yang diciptakan oleh MA untuk pelayanan masyarakat di ranah pengadilan. Dengan aplikasi tersebut, masyarakat nantinya langsung bisa mengakses semua layanan lebih praktis dan efisien. Mulai dari layanan administrasi perkara, pendaftaran administrasi perkara, pemanggilan para pihak penggugat dan tergugat. Kemudian penerbitan salinan putusan, tata kelola administrasi, serta pembayaran biaya perkara yang seluruhnya dilakukan secara elektronik.

 “Semua bisa dilakukan saat mengajukan permohonan atau gugatan perkara perdata, agama, tata usaha negara yang berlaku di masing-masing peradilan. Solo kebetulan jadi pilot project dan langsung kami sosialisasikan ke para advokat,” ujar Dwi dalam sosialisasi e-court di hadapan para advokat tergabung dalam Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Solo, kemarin (5/10).

Pihaknya menilai, aplikasi ini akan mudah diterima masyarakat, mengingat pemanfaatannya sangat mudah. Sebab, sejauh ini pendaftaran perkara setiap pemohon atau penggugat advokat harus datang ke pengadilan. Dengan e-court ini hal itu bisa dilakukan dari kantor atau rumah masing-masing dengan mengisi pendaftaran gugatan secara elektronik.=

“Persoalan surat menyurat untuk jadwal sidang selama ini masih manual, di mana petugas PN datang mencari alamat penggugat dan tergugat. Dengan aplikasi e-court, maka surat menyurat bisa lewat email. Pembayaran biaya perkara juga cukup ditransfer ke rekening,” imbuh dia. 

Pihaknya tak menampik jika selama ini sering mendengar keluhan para pencari keadilan saat sidang penyampaian jawaban, replik, duplik, atau kesimpulan yang harus menunggu berjam-jam di pengadilan karena hakim menyidangkan perkara lain. Dengan e-court ini pihaknya meyakini keluhan serupa tak akan terjadi lagi. 

“Sekarang penyampaian berkas itu cukup lewat online. Kami menilai sistem ini cepat dan biaya ringan,” beber Dwi.

Kendati demikian, aplikasi ini masih belum sempurna lantaran belum mampu menjembatani kasus-kasus seperti perkara kriminal umum dan khusus. Aplikasi ini baru bisa diterapkan dalam kasus perkara atau gugatan perdata saja. 

“Kami menugaskan puluhan petugas sebagai operator e-court. Sampai saat ini baru ada dua orang mendaftar gugatan perkara perdata menggunakan aplikasi ini,” jelas dia. 

Terkait peluncuran aplikasi e-court ini, Ketua DPC Peradi Solo Badrus Zaman mendukung penuh upaya terobosan dari MA tersebut. Baginya, penerapan e-court akan memberi kemudahan pada advokat dalam mengurus berkas persidangan. 

“Untuk bisa mengakses aplikasi ini harus mendaftar dengan mencantumkan KTP, KTA advokat, nomor rekening, email, dan bukti sumpah jabatan seorang advokat. Kami siap membantu advokat yang belum bisa menggunakan aplikasi e-court. Advokat harus bisa menggunakan aplikasi ini agar tidak gaptek,” ujar Badrus Zaman. (ves/bun)

(rs/ves/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia