Senin, 27 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Klaten

Wisata Kebun Buah Dongkrak Pendapatan Asli Desa

06 Oktober 2018, 16: 10: 59 WIB | editor : Perdana

BERJUBEL: Pengunjung memadati kebun buah di Desa Ngering, Kecamatan Jogonalan.

BERJUBEL: Pengunjung memadati kebun buah di Desa Ngering, Kecamatan Jogonalan. (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)

Share this      

KLATEN – Pemerintah desa di Klaten berlomba memanfaatkan potensinya untuk mendongkrak pendapatan asli desa (PAD). Seperti yang dilakukan Desa Ngering, Kecamatan Jogonalan. Membuat destinasi wisata terpadu lewat kebun buah dan booth kuliner. Berdiri di atas lahan seluas 1,5 hektare.

”Sebenarnya pembangunan kebun buah ini berawal dari lahan pertanian produktif yang terkendala irigasi. Tetapi setelah dievaluasi, ternyata pemanfaatnya kurang dirasakan masyarakat. Apalagi melalui lelang hanya dapat Rp 4 juta saja per tahun. Karena itu kami bangun kebun buah ini,” jelas Kepala Desa Ngering, Rahmanto kepada Jawa Pos Radar Solo, Jumat (5/10).

Kebun ini ditanami berbagai jenis buah. Ada kelengkeng, durian, dan jambu air. Pengembangan kebun buah bukanlah tujuan awal. Namun prioritasnya yakni sewa 10 kios yang ada di sana. Per tahun bisa menghasilkan pemasukan sekitar Rp 15 juta.

”Pembangunannya sudah kami mulai sejak 2014. Tapi baru kami seriusi di 2015. Kami lakukan secara bertahap untuk dianggarkan setiap tahunnya. Angkanya masih di bawah Rp 100 juta. Tapi sudah kami buatkan masterplan untuk target selesai 2020,” urai Rahmanto.

Pemanfaatan tanah kas desa dibutuhkan anggaran Rp 2 miliar. Tidak hanya booth kuliner dan kebun buah saja. Rencananya juga akan dikembangkan lintasan motor ATV. Plus rencana pembuatan waterboom.

”Kehadiran kebun buah dan berbagai wahana ini merupakan upaya kami dalam menyediakan ruang terbuka hijau. Di sisi lain juga meransang warga berwirausaha secara mandiri lewat kios yang disewakan,” beber Rahmanto.

Usai diresmikan Bupati Klaten, Sri Mulyani, pengelolaan kebun buah akan diserahkan sepenuhkan kepada BUMDes setempat. Harapannya dengan pengelolaan secara professional bisa mendongkrak pendapatan yang masuk. Sri Mulyani meminta pemerintah desa serius mengembangkan kebun buah ini. Sesuai dengan masterplan yang telah dibuat.

”Saya bangga dengan kebun buah ini. Karena sudah mulai kelihatan hasilnya. Terus dikembangkan sehingga bisa menjadi rekreasi yang murah meriah di Jogonalan,” tandas Sri Mulyani. (ren/fer)

(rs/ren/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia