Rabu, 20 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Sragen

Bupati Sragen: Sayang Sekali Ada Aset Mangkrak 

06 Oktober 2018, 19: 50: 59 WIB | editor : Perdana

BELUM OPTIMAL: Salah aset tanah milik pemkab yang bisa dimanfaatkan untuk menambah PAD.

BELUM OPTIMAL: Salah aset tanah milik pemkab yang bisa dimanfaatkan untuk menambah PAD. (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SOLO)

Share this      

SRAGEN – Pemanfaatan sebanyak 21 aset pemkab yang terinventarisasi dinilai belum optimal. Seperti untuk kegiatan ekonomi maupun ruang publik.

Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati meminta semua dinas untuk siap mengelola lahan yang sudah terdata. ”Aset kita serahkan kepada dinas. Kalau tidak (digarap, Red) aset tanah akan kembali mangkrak,” tegasnya kemarin (5/10).

Daripada mangkrak, lanjut bupati yang akrab disapa Mbak Yuni tersebut, aset tanah dapat dimanfaatkan untuk membuat ruang terbuka hijau yang bisa diakses publuk. Atau bisa juga digunakan sebagai lahan pembibitan dan sebagainya.

Jika memungkinkan, aset yang ada dikelola dapat menambah pendapatan asli daerah (PAD). Seperti lokasi pasar yang mangkrak di Tangen, serta tanah di Gesi dan Kedawung. ”Saat ini tidak diapa-apakan. Bila digunakan untuk pembibitan misalnya, tentu akan meningkatkan nilai PAD,” ungkap dia.

Upaya pembibitan tersebut dapat dikelola dinas pertanian atau dinas ketahanan pangan. Sedangkan lokasi aset di dekat rumah sakit bisa dikelola dinas kesehatan. Dapat mula menyewakan aset bangunan yang lokasinya cukup strategis.

Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan Keuangan Aset Derah (BPPKAD) Sragen Dwiyanto menuturkan, aset pemkab yang mangkrak segera diserahkan ke dinas untuk dikelola.

”Misalnya di Kedawung ada tanah menganggur seluas 800 meter di dekat puskesmas. Itu nanti dimanfaatkan DKK (dinas kesehatan kabupaten, Red) tergantung kebutuhan,” terangnya. (din/wa)

(rs/din/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia