Kamis, 18 Jul 2019
radarsolo
icon featured
Wonogiri

Guru dan Pegawai Tidak Tetap Mogok, Guru PNS "Ndobel" Kelas

08 Oktober 2018, 09: 38: 14 WIB | editor : Perdana

Suasana belajar mengajar di Kelas 1 SD Negeri VI Wonogiri

Suasana belajar mengajar di Kelas 1 SD Negeri VI Wonogiri (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)

Share this      

WONOGIRI - Para honorer GTT/PTT di Wonogiri membuktikan ancamannya untuk mogok mengajar dan bekerja. Guru PNS khususnya Sekolah Dasar terpaksa "Ndobel" mengajar. 

Koordinator Daerah GTT/PTT Kabupaten Wonogiri Sunthi Sari mengatakan bahwa  keluarga besar GTT & PTT Kabupaten Wonogiri memulai berjuang mengetuk pintu hati birokrasi pusat agar keberadaan GTT dan PTT yang selama ini mengabdi untuk negeri bisa diakui.

"Semoga dengan langkah kita yang diam dari aktifitas pendidikan selama 22 hari kedepan bisa merubah sistem dan regulasi yang selama ini mendiskreditkan kami," kata Sunthi Sari, Senin (8/10).

Menurut Sunthi, komitmen dari awal para GTT dan PTT kompak berjuang bersama untuk merubah nasib yang lebih baik. Selama mogok mengajar dan bekerja akan menggunakan waktu bagi keluarga.

"Kepada bapak ibu guru PNS dan Kepala Sekolah bahwa kami tidak mendemo sekolahan, kami tidak mendemo para guru PNS, tetapi kami mendemo kebijakan pemerintah pusat yang tak bijak," katanya. 

Terpisah, Kepala Sekolah Dasar Negeri 2 Ndlepih, Kecamatan Tirtomoyo Sutarmin mengatakan bahwa setidaknya 5 guru kelas dan 2 PTT di sekolahnya mogok. Kini tinggal 3 guru PNS yang mengajar masing-masing dua kelas. 

"Ya dikasih tugas, lalu pantau begitu, lalu diminta mengumpulkan tugas," kata Sutarmin, Senin (8/10).

Menurut Sutarmin, bulan ini ada juga guru yang sudah pensiun. Terpaksa dipanggil kembali untuk mengantisipasi aksi mogok para honorer. 

"Hati kecil mendukung mogok tapi kasihan siswa kalau kelamaan," katanya. (kwl)

(rs/kwl/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia