Senin, 17 Dec 2018
radarsolo
icon featured
Solo

Rudi: ASN Wajib Revolusi Mental

10 Oktober 2018, 19: 40: 59 WIB | editor : Perdana

KEPEGAWAIAN: Wali Kota Rudy memberikan arahan kepada ASN di balai kota kemarin (9/10).

KEPEGAWAIAN: Wali Kota Rudy memberikan arahan kepada ASN di balai kota kemarin (9/10). (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

SOLO – Pemkot akan memantapkan program revolusi mental yang dicanangkan Presiden Joko Widodo ke dalam lingkup yang lebih kecil.

Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo mengatakan, revolusi mental di lingkungan pemkot akan dimulai dari merevolusi aparatur sipil negara (ASN). Menurutnya, aparat yang bersih akan berdampak pada pelayanan yang diberikan kepada masyarakat.

“ASN sekarang sudah dipantau melalui e-kinerja. Ada indikator yang digunakan sebagai alat ukur kinerja mereka. Kinerja itu secara otomatis juga memengaruhi tamsil (tambahan penghasilan) yang didapat,” kata Rudy, Selasa (9/10).

Selama ini, lanjut Rudy, tamsil yang diberikan kepada ASN didasari atas presensi harian. Hal itu dinilai sebagai paradigma lama yang harus dihilangkan. Ke depan, selain berdasarkan presensi tamsil, ASN diberikan berdasarkan sasaran kerja pegawai (SKP) yang disusun oleh setiap ASN.  

"Jadi nanti pegawai tidak bisa lagi keluyuran dan santai saat jam kerja, karena akan terpantau dengan e-kinerja. Dan imbasnya tamsil bisa dipotong," katanya.

Wali kota menegaskan, revolusi terhadap kinerja ASN juga telah dilakukan sebelum adanya program revolusi mental dari pemerintah pusat. Disebutkan program 5 Mantap yang diusung Rudy merupakan representasi dari revolusi mental. 5 Mantap yang dimaksud adalah mantap kejujuran, mantap kedisiplinan, mantap pelayanan, mantap organisasi dan mantap gotong royong.

“Sedangkan di pemerintah pusat ada Indonesia melayani, Indonesia bersih, Indonesia tertib, Indonesia mandiri, dan Indonesia bersatu. Itu kan sama saja sebenarnya,” tegasnya.

Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Rachmat Sutomo menegaskan seluruh ASN pemkot berkomitmen menjalankan program revolusi mental. Setiap organisasi perangkat daerah (OPD) dituntut memberikan pelayanan maksimal terhadap masyarakat. “ASN sekarang sudah berubah, semua memperbaiki diri,” katanya. (irw/wa)

(rs/irw/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia