Sabtu, 15 Dec 2018
radarsolo
icon featured
Solo

Pajak Air Tanah Tembus Rp 2,6 Miliar

11 Oktober 2018, 07: 30: 59 WIB | editor : Fery Ardy Susanto

Ketegasan pemkot dalam menarik pajak air tanah mulai memberi kontribusi signifikan.

Ketegasan pemkot dalam menarik pajak air tanah mulai memberi kontribusi signifikan. (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

SOLO - Pajak air tanah membukukan capaian tertinggi dalam perolehan penerimaan pajak di Kota Solo. Hingga triwulan III, pemkot menerima Rp 2,673 miliar. Capaian ini jauh meninggalkan nilai pajak lain.

Kepala Seksi (Kasi) Pendaftaran dan Pendataan Badan Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan Aset Daerah (BPPKAD) Kota Surakarta Hanggo Henry mengatakan, angka Rp 2,673 miliar itu melebihi target yang dipatok pemkot tahun ini yakni Rp 2,5 miliar atau 106 persen.

Capaian yang sangat signifikan dibandingkan dengan penyumbang pajak terbesar lainnya. Misalnya Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang hanya mencapai 95 persen. Meski jika diangkakan nilainya Rp 80 miliar.

“Kita mencatat hingga triwulan III 2018 realisasi penerimaan pajak daerah Rp252 miliar atau  98,85 persen. Terdapat 10 pos pajak daerah yang selama ini dikelola di bawah BPPKAD. Pajak air tanah yang paling tinggi realisasinya,” ujar Hanggo Henry, kepada Jawa Pos Radar Solo, Rabu (10/10).

Sepuluh pos pajak daerah tersebut adalah pajak hotel, restoran, hiburan, reklame, penerangan jalan, parkir, air bawah tanah, sarang burung walet, PBB, serta pajak bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB). Pembayaran pajak secara online menjadi salah satu faktor besarnya penerimaan pajak.

“Karena kini membayar pajak semakin mudah, tidak ribet,” imbuhnya.

Pemkot yakin pencapaian penerimaan pajak akan terus naik hingga akhir tahun. Keyakinan itu didapat setelah melihat grafik pembayaran pajak setiap periodenya.

Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo juga optimistis angka perolehan pajak di Kota Bengawan terpenuhi. Dia menilai kesadaran masyarakat untuk membayar pajak semakin meningkat.

“Masyarakat perlahan mulai sadar bahwa pajak yang dibayarkan saat ini akan dinikmati sendiri. Bahkan nilainya lebih besar yang diterima. Misalnya jalan yang halus, listrik yang terang,” katanya. (irw/bun)

(rs/irw/fer/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia