Sabtu, 15 Dec 2018
radarsolo
icon featured
Boyolali

Gara-Gara Rebus Air, Rumah Ludes Terbakar

11 Oktober 2018, 11: 21: 11 WIB | editor : Perdana

LUDES: Kobaran api melalap bangunan rumah milik Muhamad Sabari di Dukuh Gumukrejo RT 1 RW 4, Desa/Kecamatan Sambi, Boyolali, Rabu (10/10).

LUDES: Kobaran api melalap bangunan rumah milik Muhamad Sabari di Dukuh Gumukrejo RT 1 RW 4, Desa/Kecamatan Sambi, Boyolali, Rabu (10/10). (TRI WIDODO/RADAR SOLO)

BOYOLALI – Hati-hati saat memasak di dapur, terutama menggunakan tungku. Jika tidak ingin bernasib sama seperti Muhammad Sabari, 65. Rumah warga Dukuh Gumukrejo RT 1 RW 4, Desa/Kecamatan Sambi, Boyolali ini ludes terbakar, Rabu (10/10).

Kejadiannya, Sabari berniat merebus air dengan tungku kayu bakar. Sambil menunggu air mendidih, korban pindah ke kamar tidur sambil beristirahat. Tak lama, dia mendengar suara benda terjatuh cukup keras dari arah dapur.

Saat dilihat ke belakang, ternyata api sudah merambat ke seluruh bangunan dapur. Korban lantas berteriak meminta pertolongan warga sekitar. Lalu berusaha menyelamatkan anggota keluarga lain yang masih ada di dalam rumah.

”Spontan saya dan keluarga mengambil barang-barang berharga untuk dikeluarkan ke tempat aman. Beruntung semua anggota keluarga selamat,” kata Sabari kepada Jawa Pos Radar Solo.

Tak lama, Kapolsek Sambi, AKP Noor Akhmad Kholis bersama jajarannya langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP). Bersama warga coba membantu upaya pemadaman dengan peralatan sederhana. Kobaran api kian membesar karena angin berhembus cukup kencang. Cepat menjalar ke seluruh bagian rumah.

Tak hanya itu saja, pendopo serta bangunan rumah yang ditempati anakn korban ikut habis. Bahan material bangunan yang sebagian besar terbuat dari kayu memudahkan api merembet ke bangunan lain. Dalam waktu 1 jam, empat bangunan rumah yang terbuat dari kayu ludes dilalap si jago merah.

Api baru bisa dijinakkan saat 4 unit mobil pemadam kebakaran dari Damkar Boyolali datang ke lokasi. Proses pemadaman dibantu warga, jajaran Polsek Sambi, dan Koramil Sambi. ”Jika ditotal kerugian atas musibah ini mencapai Rp 250 juta,” terang kapolsek mewakili Kapolres Boyolali, AKBP Aries Andhi.

Atas kejadian ini, kapolsek mengimbau agar warga lebih hati-hati saat memasak menggunakan kayu. Terlebih saat musim kemarau seperti sekarang ini. Jangan sampai meninggalkan dapur saat memasak yang bisa menyebabkan kebakaran. ”Jangan sampai ada kasus kebakaran seperti ini lagi. Masyarakat kami minta untuk lebih waspada,” tandasnya. (wid/fer)

(rs/wid/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia