Rabu, 19 Dec 2018
radarsolo
icon featured
Klaten

Video viral, Lima Siswi Dapat Pembinaan

11 Oktober 2018, 18: 18: 18 WIB | editor : Perdana

Nasrodin, Kepala SMK Muhammadiyah Delanggu.

Nasrodin, Kepala SMK Muhammadiyah Delanggu.

KLATEN- Sebuah video yang berdurasi 30 detik mendadak menjadi viral sejak Rabu (10/10) siang. Pasalnya, video yang bertajuk Klaten Keras Lur berisikan enam pelajar SMK Muhammadiyah Delanggu dengan lima pelajar diantaranya mengungkapan beberapa kalimat jokes Dewasa.

“Kejadian kemarin mungkin anak-anak sekedar iseng tetapi tidak tahu jika dampaknya seperti ini. Apalagi membuat tidak nyaman bagi dunia pendidikan di Klaten. Tapi sebenarnya jauh sebelumnya kita sudah melakukan upaya preventif untuk mencegahnya,” jelas Kepala SMK Muhammadiyah Delanggu, Nasrodin saat ditemui Jawa Pos Radar Solo di ruangan kerjanya, Kamis (11/10).

Lebih lanjut, mengetahui video yang dibuat anak didiknya menjadi viral itu langsung dilakukan tindakan untuk melakukan klarifikasi kepada siswa yang bersangkutan. Ternyata mereka sudah membuahnya sejak satu minggu lalu di salah satu laboratorium di sela-sela mengerjakan tugas. Video itu lantas menjadi viral setelah diunggah di media sosial instagram hingga menjadi perhatian dari akun Humas Pemkab Klaten.

Nasrodin menjelaskan, seusai dilakukan klarifikasi dan membenarkan beredarnya video itu langsung dilakukan pembinaan bersama guru BK setempat. Termasuk jajaran pengawas dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pemprov Jawa Tengah juga langsung mendatangi sekolah untuk melakukan klarifikasi dan pembinaan. Pemanggilan kepada masing-masing orang tua juga dilakukan pihak sekolah.

“Kami juga meminta para siswa untuk membuat surat pernyataannya yang intinya menyesali perbuatannya dan tidak mengulanginya lagi. Diketahui kepala sekolah dan disaksikan guru BK dan orangtua masing-masing sebagai bagian dari  pembinaan. Saya harap ini menjadi yang pertama dan terakhir untuk sekolah kami,” jelasnya.

Paska kejadian video viral yang menyita perhatian membuat pihak sekolah akan melakukan penguatan literasi media kepada seluruhn siswanya. Harapannya mereka menjadi memahami bagaimana menggunakan media sosial yang tepat. Mengingat hal itu menjadi salah satu upaya preventif agar peristiwa yang sama tidak terulang kembali.

Pihaknya juga akan menekankan pada sosialisasi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) yang selama ini belum diketahui para siswanya. Tetapi sekolah dipimpinnya pada bulan lalu sudah mendapatkan pembinaan dari Kemendikbud dan Kominfo menggenai penggunaan media sosial secara sehat. Meski begitu dirinya menyadari jika pencegahan yang dilakukan belum sepenuhnya optimal.

“Sebenarnya di sekolah sudah dilarang untuk membawa HP tapi nyatanya masih ada yang membawa. Kebetulan yang kejadian di video itu adalah siswa kelas XI jurusan Bisnis,Daring dan Pemasaran. Sebenarnya ada tugas di lab itu tapi malah seperti itu, saya sangat kecewa,” jelasnya.(ren)

(rs/ren/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia