Sabtu, 17 Nov 2018
radarsolo
icon featured
Solo

Rusa Balekambang Overpopulasi, Warga Dipersilahkan Mengadopsi

Sabtu, 13 Oct 2018 13:47 | editor : Perdana

OVERLOAD: Rusa F2 di Taman Balekambang siap dihibahkan ke masyarakat.

OVERLOAD: Rusa F2 di Taman Balekambang siap dihibahkan ke masyarakat. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

SOLO – Unit pelaksana teknis (UPT) Taman Balekambang kewalahan memelihara puluhan ekor rusa. Sebab, populasinya terus bertambah. Karena itu, warga diizinkan memelihara rusa atau malah mengonsumsinya.

Sebelumnya, UPT Taman Balekambang juga telah mendistribusikan beberapa ekor rusa ke sejumlah tempat. Tapi, tetap saja populasi rusa cepat bertambah.

Kepala UPT Taman Balekambang Sumeh mengatakan, jumlah rusa mencapai 26 ekor. Rincianya, 11 ekor jantan, dan 15 ekor betina. Sedangkan jumlah idealnya cukup lima ekor rusa betina, dan satu ekor jantan. 

"2017 lalu sebanyak lima pejantan kami kirim ke Tawangmangu. Tapi, jumlahnya masih belum ideal (terlalu banyak, Red), karena setiap tahun ada 1-2 kelahiran," ujarnya kemarin (12/10).

Meskipun UPT Taman Balekambang memiliki luas wilayah sekitar 9,8 hektare, namun, populasi rusa yang terus membengkak dinilai kurang pas. Sebab, satwa tersebut hanya sebagai pelengkap kawasan wisata.

"Rusa bukan hal utama di sini, maka populasinya harus ditekan. Caranya dengan mengumumkan rusa keturunan keturunan F2 (cucu rusa utama, Red) boleh dipelihara atau dikonsumsi warga. Kalau ada warga yang berminat, silakan hubungi kami,” ucapnya.

Kepala Seksi Konservasi Wilayah 1 BKSDA Jawa Tengah Titi Sudaryanti menerangkan, kebijakan UPT Taman Balekambang tersebut tidak menyalahi regulasi. Memang rusa termasuk hewan dilindungi. Tapi, untuk rusa keturunan F2 dapat dipelihara oleh masyarakat atau dipanen dagingnya. 

Syaratnya, pihak penangkar, dalam hal ini Balekambang harus secara detail menandai setiap keturunan rusa dengan benar. "Jadi rusa-rusa ini harus di-taging. Taging ini untuk memberi tanda mana yang boleh dan mana yang tidak (dipelihara masyarakat, Red)," beber dia.

Sebelum diberikan kepada masyarakat, imbuh Titi, pihak UPT Taman Balekambang harus meminta pihak BKSDA melakukan pengecekan rusa keturunan yang akan dihibahkan. 

"Di Taman Balekambang sepertinya tagging-nya belum merata. Kami sarankan melakukan pencatatan dahulu agar lebih jelas," kata Titi. (ves/wa)

(rs/ves/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia